Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 08 Nov 2021 12:15 WIB

TRAVEL NEWS

Rental Mobil di Sorong, Belinya Jauh-jauh dari Lampung

Ini adalah cerita dari keluarga transmigran yang kini tinggal di Kota Sorong, Papua Barat. Mereka berasal dari Lampung, namun kakek buyutnya berasal dari Kebumen, Jawa Tengah.
Agus saat ditemui detikTravel beberapa waktu lalu Foto: Ahmad Masaul
Sorong -

Ada yang unik dari lalu lalang mobil di Kota Sorong, Papua Barat. Kebanyakan kendaraan yang lewat berasal dari luar pulau bahkan persewaan mobil pun demikian.

Jadi, ada yang rela jauh-jauh membeli mobil dari Lampung lalu dibawa ke Sorong. Apa pertimbangannya?

"Karena kan kita nggak ada identitas sini. Kita juga beridentitas Lampung," kata Agus saat berbincang dengan detikTravel beberapa waktu lalu di Kota Sorong.

Pertimbangan kedua adalah selisih harga yang terpaut jauh. Jadi, meski sudah ditambah biaya angkutan kapal, harga mobil dari Lampung tetap masih murah dibanding membeli di Sorong.

"Sedangkan selisih harga saja masih tinggi di sini. Bahkan harga itu lebih tinggi jika ditambah dengan ongkos kapal dari Lampung ke Sorong, jika saya ambil di sana," terang dia.

"Avanza Veloz di sini dihargai Rp 285 juta. Kalau di Lampung OTR Rp 247 juta," imbuh Agus.

Lalu berapa biaya mobil naik kapal ke Sorong?

"Kalau dirinci kan, dari Lampung harus saya bawa ke Jakarta. Ongkos kapalnya saja Rp 13,5-14 juta. Selisihnya bisa sampai Rp 25 juta," tegas Agus.

Kata Agus, banyak sekali orang-orang yang membeli kendaraan dari luar Papua. Alasannya tetap sama.

"Khususnya di Sorong itu kalau siang bisa dilihat, kendaraan paling banyak berasal dari luar. Karena lebih murah, apa lagi plat Jakarta. Banyak sekali plat ibu kota di sini," terang dia.

"Kebanyakan dari mereka kirim ke sini pakai kapal. Di sini lebih banyak pendatang. Kota transit dan kota masuknya Papua kan di Sorong," jelas dia.

Mengenai kendaraan, ia mengatakan untuk jangan membeli dari warga lokal. Ada beberapa alasan yang ditemuinya selama berada di jalanan.

"Karena kadang orangnya ngawur bawa kendaraan. Kayak nggak dirawat begitu sampai bodinya lecet-lecet. Motor pun nasibnya sama, nggak tahu juga sebabnya," kata dia.

"Walaupun mobilnya bagus yang lewat itu pun kelihatan nggak pernah dirawat. Kasihan padahal di sini sudah banyak bengkel bagus," pungkas dia.

Saat ini, selain berprofesi sebagai pengemudi mobil rental, Agus juga masih mengelola lahan pertanian yakni bertani cabai keriting. Kisah lengkap transmigran di Sorong, Papua ini ada di artikel-artikel sebelumnya.



Simak Video "Jokowi Minta Papua Barat Jadi Produsen Pertanian Pertama di Indonesia Timur"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA