Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 24 Nov 2021 15:10 WIB

TRAVEL NEWS

Cerita Desa Wisata Krebet yang Ditinggal Turis Pemburu Batik Kayu

Putu Intan
detikTravel
Desa Wisata Krebet
Batik kayu di Desa Wisata Krebet, Bantul. Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom

Akan tetapi karena kondisi sekarang, Agus mengatakan omzetnya menurun hingga 50 persen. Penjualan batik kayu ini masih tertolong dengan adanya pesanan secara online.

"Kita sudah sejak beberapa tahun lalu coba posting di beberapa marketplace dan sosial media untuk menawarkan produk kita. Hasilnya ya lumayan," kata dia.

Lesunya penjualan batik kayu juga berdampak pada pengurangan tenaga kerja. Agus menuturkan di Desa Wisata Krebet ini ada 43 rumah produksi batik kayu tetapi saat ini yang aktif hanya 10. Dari yang mulanya ada sekitar 400 tenaga kerja di industri batik kayu, sekarang tinggal 80-100 orang saja yang bekerja.

"Teman-teman sekarang ada yang berubah jadi jualan makanan, buka toko kelontong, jadi tukang bangunan, tukang batu, pokoknya apapun yang bisa dikerjakan untuk mencukupi kebutuhan," paparnya.

Agus pun berharap di masa depan pemerintah dapat lebih memperhatikan para perajin. Selain itu diharapkan pula agar kebijakan yang diambil disesuaikan dengan kondisi di setiap daerah.

"Harapannya pemerintah dalam mengambil kebijakan tidak hanya sepihak. Pemerintah harus melihat keadaan di lapangan seperti apa, apakah perlu semuanya dibatasi atau tidak. Kita juga butuh dorongan dari pemerintah untuk pengembangan kegiatan perajin dan pariwisata agar diperhatikan lagi. Berharap ada perhatian khusus," ucapnya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Scanning QR Code PeduliLindungi di Yogyakarta Mulai Kendor"
[Gambas:Video 20detik]

(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA