Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 13 Des 2021 06:42 WIB

TRAVEL NEWS

Duh! Bayi Cheetah Diperjualbelikan di Pasar Gelap, Incaran Orang Berduit

Femi Diah
detikTravel
Cheeta, babies in the savannah, Serengeti reserve in Tanzania, newborn lying in the grass
Ilustrasi cheetah (Getty Images/iStockphoto/Pascale Gueret)
Hargeisa -

Cheetah Conservation Fund (CCF) melaporkan sekitar 300 bayi cheetah diperjualbelikan setiap tahunnya melalui Somaliland. Menjadi incaran orang kaya Timur Tengah.

Dikutip dari Reuters, bayi-bayi cheetah itu dikirim dari Afrika ke Yaman, kemudian disebar ke sejumlah negara di Timur Tengah. Bayi cheetah umumnya dibanderol dengan harga USD 15 ribu atau sekitar Rp 215,3 juta per ekor di pasar gelap.

Perjalanan panjang dari Afrika ke negara-negara Timur Tengah itu biasanya membuat bayi cheetah menderita. Tak sedikit dari bayi-bayi cheetah itu yang kekurangan gizi, dikurung di kandang-kandang kecil, terkadang dengan kaki yang diikat.

Kondisi itu sama mengenaskannya dengan jumlah cheetah yang terus berkurang.

Satu abad yang lalu, ada sekitar 100 ribu cheetah di dunia. Kerusakan alam dan perdagangan ilegal bikin jumlah cheetah tinggal 7 ribu ekor saat ini.

Penelitian menunjukkan lebih dari 3.600 cheetah hidup diperjualbelikan secara ilegal selama rentang 2009 hingga 2019.

Kendati perdagangan bayi cheetah memang tidak sepopuler perdagangan gading gajah atau cula badak, tetapi diklaim tak kalah dahsyat dengan lainnya.

Cheetah populer karena hewan itu dihargai sebagai hewan peliharaan dan teman berburu sejak Kekaisaran Romawi.

Di zaman kiwari, cheetah sangat populer di tengah masyarakat negara-negara Teluk. Bak mobil mewah dan uang berlimpah, cheetah menjadi simbol kekayaan masyarakat di sana.

Untuk menghentikan perdagangan salah satu jenis kucing asal Afrika yang nyaris punah itu adalah pekerjaan rumit, sebab kejadian ada di sekitar Somaliland.

Somaliland adalah sebuah kesatuan wilayah yang memproklamirkan diri tanpa pengakuan internasional dan menjadi salah satu wilayah termiskin di dunia.

Menteri Dalam Negeri Somaliland, Mohamed Kahin Ahmed, mengatakan bahwa unit penjaga pantai kecil Somalia telah berusaha untuk memerangi perdagangan cheetah. Tetapi, mereka juga berfokus memerangi perdagangan senjata dan manusia.



Simak Video "Pelaku Diduga Aniaya Satwa Langka Simpai di Sumbar Ditangkap!"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA