Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 30 Des 2021 15:01 WIB

TRAVEL NEWS

Pedagang Malioboro Getok Harga hingga Zona Merah Corona Bertambah

Tim Detikcom
detikTravel
Foto udara suasana lalu lintas pada pagi hari Idul Adha 1442 H di Bundaran Air Mancur (BAM) Masjid Agung Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (20/7/2021). Pemerintah Kota Palembang bersama Kemenag Palembang melarang warga untuk melaksanakan Shalat Idul Adha 1442 H di masjid, mushala dan lapangan yang berada di zona merah. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.
Bundaran Air Mancur (BAM) Masjid Agung Palembang, Sumatera Selatan (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Jakarta -

Sepanjang bulan Mei 2021, dunia pariwisata dihebohkan dengan berbagai cerita. Mulai dari domestik hingga internasional inilah kaleodoskop Mei 2021.

Yang paling menghebohkan adalah berita wisatawan yang menceritakan pengalaman beli pecel lele di Malioboro dengan harga yang tidak masuk akal. Namun, ternyata pedagang tersebut tidak berjualan di Malioboro.

Ketua Paguyuban Lesehan Malam Malioboro Sukidi menegaskan pedagang di Malioboro merasa dirugikan oleh keluhan mbak-mbak wisatawan yang viral tersebut. Sebab, tanpa konfirmasi, mbak-mbak tersebut langsung memviralkan.

Karena kejadian tersebut, pedagang di Malioboro sudah berdiskusi dengan ahli hukum. Pihaknya berencana melaporkan pencemaran nama baik dan Undang-Undang ITE. Hal tersebut agar tidak sembarang orang bisa memviralkan kejadian tanpa ada konfirmasi.

Bulan Mei juga bertepatan dengan momen mudik atau pulang kampung. Pemerintah mulai menerapakan larngan mudik, ini jelas menjadi duka bagi penyedia jasa bus malam.

PO SAN, salah satu perusahaan otobus mengaku begitu terdampak. Perusahaan ini terpaksa stop operasi di masa larangan mudik karena hal di atas bisa lebih menjadi-jadi.

"Angkutan lebaran 2018 itu H-7 dan H+7 saya itu mengangkut 26.000 orang. 2019 angkutan lebaran juga, SAN itu mengangkut 29.000 orang dan pada 2020 nol penumpang karena COVID-19," kata Kurnia Lesani Adnan, direktur utama PT. SAN Putra Sejahtera (PO. SAN)

Tahun 2021 juga masih bergelut dengan pandemi. Saat itu zona merah di Indonesia terus bertambah. Pada bulan Mei sendiri ada 10 daerah di Indonesia yang masuk dalam zona merah.

Daerah tersebut adalah Sumatera Barat (Agam,Payakumbuh), Sumatera Utara (Deli Serdang), Riau (Indragiri Hulu, Kota Pekanbaru), Jawa Barat (Cirebon), Jambi (Kota Jambi, Tanjung Jabung Barat), Sumatera Selatan (Palembang), dan Jawa Tengah (Wonogiri).

Bulan Mei belum habis, namun zona merah terus bertambah. Zona merah COVID-19 per 25 April 2021 mengalami kenaikan kembali. Jumlah zona merah yang tadinya hanya 6 daerah kini naik tiga kali lipat menjadi 19 kabupaten/kota.

Sebagian besar daerah zona merah ada di Sumatera, Kalimantan, dan Bali. Bali yang sebelumnya sudah bebas zona merah, kini kembali masuk zona merah. Hanya ada satu daerah di Bali yang masuk zona merah yakni Badung.

Sementara di Pulau Jawa, tidak ada daerah di Jawa yang masuk zona merah.

Selain zona merah COVID-19, mayoritas daerah di Indonesia masih berada di risiko sedang atau oranye sebanyak 340 daerah, disusul 146 daerah di zona kuning atau risiko rendah.

Dan 9 daerah berada di zona aman atau zona hijau. Daerah yang masuk zona hijau antara lain daerah di Papua dan Papua Barat yakni Yahukimo, Mamberamo Raya, Pegunungan Arfak, Dogiyai, Sumatera Utara seperti Nias Barat, Nias Utara dan Nias Selatan, serta Maluku yakni Pulau Taliabu dan Seram Bagian Timur.

Berikut berita terpopuler detikTravel selama bulan Mei 2021:



Simak Video "Year In Review 2021: Kilas Balik Penanganan COVID-19 di 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA