Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 11 Jan 2022 06:12 WIB

TRAVEL NEWS

Puluhan Anak-anak Dijadikan Mumi di Italia, Peneliti Ingin Tahu Alasannya

Capuchin Catacombs di Italia jadi salah satu destinasi wisata horor populer di dunia. Para pengunjung dapat menemukan ribuan mumi yang telah berbentuk menjadi kerangka dipajang di dinding-dinding bangunan tersebut. Istimewa/Juan Antonio F. Segal/Flickr/Dok. Atlas Obscura.
Foto: Biara Capuchin di Italia (Istimewa/Juan Antonio F. Segal/Flickr/Dok. Atlas Obscura)
Palermo -

Sekelompok peneliti dari Inggris ingin mencari jawaban mengapa ada banyak anak-anak yang dijadikan mumi dan dikubur dalam Biara Capuchin di Palermo, Italia.

Tim peneliti itu akan dipimpin oleh Kirsty Squires, Associate Professor bidang Bioarcheology Universitas Staffordshire, Inggris. Penelitian ini dimulai pekan depan.

"Kami ingin mencoba memahami kehidupan dari masing-masing individu ini, soal kesehatan mereka, perkembangannya dan lain sebagainya," ujar Squires seperti dilansir detikTravel dari CNN, Selasa (11/1/2022).

Di Biara dan Pemakaman Capuchin ada 163 mayat anak-anak yang diawetkan menjadi mumi. Di sana bahkan ada satu ruangan khusus untuk menyimpan mumi anak-anak. Rencananya, tim peneliti akan menganalisa sekitar 41 mumi anak-anak di pemakaman itu.

"Kami juga ingin membandingkan data biologis anak-anak ini dengan unsur kebudayaan masyarakat setempat," imbuh Squires.

Mumi anak-anak di pemakaman Capuchin diketahui berasal dari era tahun 1787 hingga tahun 1880-an. Total ada lebih dari 1.284 individu manusia yang dimumifikasi di pemakaman itu.

"Kami tahu, mereka mungkin berasal dari keluarga kelas menengah. Ritual mumifikasi memang biasanya digelar untuk individu yang lebih kaya seperti bangsawan, kelas menengah dan kalangan pendeta," ujar Squires.

"Jadi kami tahu bahwa mereka bukanlah golongan termiskin dari masyarakat. Tapi cuma itu yang kami ketahui. Mengapa mereka tidak dikuburkan saja sama seperti individu lainnya," ujarnya lagi.

Rencananya tim peneliti akan menggunakan teknologi X-ray yang bersifat tidak invasif bagi sisa tubuh manusia. Dari setiap mumi anak-anak, akan ada 14 sampel bagian tubuh yang akan diperiksa.

Biara Capuchin adalah destinasi wisata anti mainstream di Pulau Sisilia, Italia. Biara ini menyimpan koleksi mumi manusia terbesar di Eropa.



Simak Video "Arkeolog Peru Temukan 14 Mumi Berusia 1.000 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA