Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 15 Mar 2022 11:27 WIB

TRAVEL NEWS

Bikin Kereta Gantung Atasi Macet Abadi di Puncak, Butuh Rp 756 Miliar

Bagi karyawan PT Freeport Indonesia yang bekerja di bagian High Land pasti akrab dengan Kereta Gantung yang satu ini, Timika, Kabupaten Mimika, Papua. Kereta gantung ini merupakan alat transportasi bagi karyawan PT Freeport Indonesia untuk menuju ke kawasan Grasberg.
Ilustrasi kereta gantung Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pemerintah mengajak Arab Saudi untuk berinvestasi mengembangkan destinasi ekowisata di Puncak Bogor, Jawa Barat. Investasi tersebut termasuk transportasi yang ramah lingkungan seperti kereta gantung atau cable car, yang akan menjadi salah salah solusi dalam mengatasi kemacetan abadi di kawasan Puncak, Bogor yang kerap terjadi pada akhir pekan dan hari libur.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor bersama BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dengan Dinas Perhubungan pernah melakukan diskusi mengenai pembangunan kereta gantung pada 2020 lalu.

Dalam diskusi itu muncul usulan agar pembangunan kereta gantung atau cable car melintasi jalur Puncak sepanjang 18 KM dimulai dari Gadog, Taman Wisata Matahari, Megamendung, Taman Safari, Gunung Mas, dan Puncak Pass, serta stasiun cable car yang terhubung dengan kawasan-kawasan wisata di Puncak.

"Dalam diskusi yang pernah dilakukan tersebut diestimasikan pembangunan kereta gantung atau cable car membutuhkan dana investasi sebesar Rp 756 miliar atau rata-rata Rp 42 miliar per kilometer," ujar Sandiaga.

Usulan mengenai kereta gantung ini sebenarnya sudah cukup lama beredar. Salah satunya dengan menggunakan transportasi massal. Kereta gantung menjadi opsinya.

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) bersama dengan pemda setempat mengaku telah menyiapkan beberapa solusi untuk permasalahan tersebut.

Untuk jangka pendek, pihak BPTJ akan menerapkan sistem layanan buy the services (BTS) hingga layanan bus bersubsidi. Selain itu, sejumlah fasilitas pendukung, seperti halte, park & ride, dan jembatan penyeberangan orang, akan dibangun di kawasan tersebut.

Pemda Kabupaten Bogor akhir 2020 lalu telah menyusun langkah-langkah yang akan dilakukan ke depannya untuk mengatasi kemacetan di Puncak saat liburan.

"Ini sekarang yang sedang digagas oleh Kemenhub melalui BPTJ dan kami mendukung untuk itu yaitu pengadaan sistem angkutan umum masal. Kami setuju dan mendukung untuk itu. Serta membatasi kendaraan pribadi pada hari libur. jadi orang yang datang membawa kendaraan pribadi bisa mengganti kendaraannya dengan moda transportasi umum nantinya," kata Dani Rahmat, kepala Bidang infrastruktur dan Pengembangan Wilayah pada Bappeda Litbang Kabupaten Bogor, Desember 2020 lalu.

"Selanjutnya, yaitu pembangunan jalan alternatif baru. Kemudian, rencana pembangunan TOC Cibanon. Ini kita harapkan menjadi tempat pergantian moda dari transportasi pribadi ke transportasi umum. Ada rencana juga untuk menyiapkan titik-titik pembangunan LRT," ujar Dani.

Dani juga menyampaikan ada ide untuk membangun kereta gantung atau cable car di kawasan Puncak.

"Kita juga ada ide dari pihak ketiga untuk membangun kereta gantung atau cable car. Rute yang diusulkan sepanjang 18 Km dari Gadog hingga Puncak Pas. Serta, penyediaan stasiun cable car yang terhubung dengan kawasan wisata puncak," kata Dani.



Simak Video "Tol Jagorawi Arah Jakarta Padat-Merayap Malam Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA