Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 15 Apr 2022 19:40 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Sedih Putri Raja Bali yang Wafat Sebagai Mualaf, Dibunuh Ayah Sendiri

Tim detikcom
detikTravel
Makam Keramat Agung Hj Raden Ayu Siti Khotidjah
Foto: Makam Raden Ayu Siti Khotidjah (Ni Komang erviani/detikcom)
Denpasar -

Ada sebuah makam keramat di komplek pemakaman Hindu Setra Agung Badung yang tak pernah sepi dari peziarah. Itulah makam Raden Ayu Siti Khotidjah. Ini kisahnya:

Menjelang bulan ramadan, makam di Jalan Batukaru Denpasar Barat yang dianggap keramat oleh sebagian umat Hindu dan Muslim ini selalu menjadi tempat ziarah dan ngalap berkah atau barokah bagi warga muslim dan non muslim.

Namun, siapa sangka, di balik kepercayaan adanya karomah di makam keramat Agung Raden Ayu Siti Khotidjah bagi sebagian warga, ada kisah sangat tragis dan memilukan yang dialami putri raja itu.

Dikisahkan dalam buku yang disusun Jro Mangku I Made Puger, Juru Kunci Makam Keramat Agung Raden Ayu Siti Khotijah. I Gusti Ngurah Gede Pemecutan, raja Pemecutan Denpasar kala itu memiliki seorang putri cantik yang sangat ia sayangi.

Dia adalah Gusti Ayu Made Rai. Kecantikan putri mahkota itu bahkan disebutkan sangat tersohor di seantero Bali. Tak sedikit karena kecantikannya, banyak pangeran atau putra dari kerajaan lain yang ingin mempersuntingnya.

Singkat cerita, saat Gusti Ayu Made Rai beranjak remaja, musibah menimpa. Gusti Ayu Made Rai mengidap penyakit kuning atau kini lebih dikenal dengan liver. Bertahun-tahun Gusti Ayu Made Rai mengidap penyakit kuning.

Meski sejumlah balian (dukun) sakti telah dipanggil untuk mengobati, namun penyakit yang dideritanya tak kunjung bisa disembuhkan. Hingga akhirnya, sang ayah (Raja Pemecutan) mengadakan tapa semedi (menyatukan Sapda, bayu, dan idep) di merajan (tempat suci istana)

"Saat tapa semedi, ayah Gusti Ayu Made Rai (I Gusti Ngurah Gede Pemecutan) mendapat pawisik (bisikan dari Yang Maha Kuasa) agar beliau memerintahkan seluruh patih kerajaan untuk mempersiapkan sayembara," kata Jro Mangku I Made Puger.

Pengumuman sayembara itu tidak hanya dilakukan di Bali. Melainkan, sayembara juga terbuka bagi kerajaan lain di luar Bali. Ada dua titah raja saat menggelar sayembara saat itu.

Pertama, barang siapa yang dapat mengobati dan menyembuhkan penyakit putrinya, kalau dia perempuan akan diangkat menjadi anak angkat raja. Kedua, kalau dia seorang laki-laki, jika memang jodohnya maka akan dinikahkan.

"Sabda sayembara Raja Pemecutan didengar oleh ulama dari Yogyakarta. Ulama ini memiliki ilmu kebatinan tinggi dan memiliki anak didik kesayangan dari Bangkalan, Madura, bernama Pangeran Cakraningrat IV," terang Jro Mangku Puger.

Selanjutnya --->> Menikah dengan Pangeran Cakraningrat IV

Saksikan juga: Keakraban Pak Ribut & April, Guru Murid yang Viral di Tiktok

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA