Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 14 Sep 2022 10:31 WIB

TRAVEL NEWS

Terpopuler: Keturunan Suku Polahi Hasil Incest tapi Lahir Normal

Tim detikcom
detikTravel
Dua orang warga Suku Polahi Tuuli Palowa yang biasa disapa Bakiki (kanan) bersama istrinya, Nakiki Palowa (kiri) duduk di rumahnya di Dusun Tumba, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Jumat (17/6/2022). Polahi (pelarian) merupakan sebutan bagi warga yang konon melarikan diri saat jaman penjajahan Belanda ke daerah pegunungan dan hidup di tengah hutan. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/wsj.
Suku Polahi di Gorontalo (Foto: ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)
Jakarta -

Seluk beluk Suku Polahi di Gorontalo masih tetap menyita perhatian traveler. Suku ini memang belum diketahui informasinya secara mendalam dan yang terbaru adalah keturunan mereka terlihat normal meski hasil dari hubungan incest.

Anak-anak suku Polahi terlihat normal dan tidak mengalami cacat fisik. Kondisi ini tentunya menjadi tanda tanya, karena tidak sesuai dengan ilmu medis yang menyebutkan anak hasil perkawinan sedarah akan mengalami gangguan kesehatan hingga cacat.

Ahli Genetika di Makassar dr Wahyuni Saddang SpOG menjelaskan anak-anak keturunan Polahi yang merupakan hasil perkawinan sedarah bisa saja terlihat normal secara fisik. Karena masalah genetika pada anak hasil perkawinan sedarah tidak hanya terbatas pada cacat fisik.

"Itu normal karena baru dilihat dari luar saja. Jika periksa secara keseluruhan pasti ada diperoleh masalah genetika yang terjadi," ujarnya kepada detikSulsel, Rabu (31/8/2022).

Meskipun fisiknya terlihat normal, dr Wahyuni mengatakan hampir dipastikan anak hasil perkawinan sedarah mengalami masalah kesehatan. Bahkan anak hasil perkawinan incest ini bisa mengalami gangguan pada kognitifnya.

"Kan belum diperiksa, dikatakan normal cuma bentuk fisik saja. Bisa jadi IQ-nya mendekati idiot. Jadi kalau secara fisik dia normal mungkin bisa saja gangguan tersebut terjadi pada kecerdasan sang anak," ujarnya.

Mengenai perkawinan sedarah, dr Wahyuni menjelaskan dari segi medis sangat tidak dianjurkan. Pasalnya, bisa menimbulkan berbagai macam kelainan kromosom pada anak keturunannya.

"Banyak kelainan-kelainan yang akan muncul. Seperti dalam hal kromosomnya. Mungkin kalau dari fisik ya mungkin dia bisa saja tidak nampak. Kita belum menganalisis kelainan di dalam, karena akan muncul dari efek kromosom," jelas dr Wahyuni.

Berikut 10 berita terpopuler detikTravel pada hari kemarin:



Simak Video "Menggantungkan Hidup dari Hasil Hutan, Cara Suku Polahi Bertahan, Gorontalo"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT