Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 28 Sep 2022 19:31 WIB

TRAVEL NEWS

Penampakan Awal Kota Kuno Majapahit

situs watesumpak
Situs Watesumpak dari Kerajaan Majapahit (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Jakarta -

Para ahli sedang melakukan penggalian kota kuno yang besar dari zaman Majapahit. Di situ pula diketahui gambaran perumahannya.

Menurut beberapa ahli, Trowulan di Kabupaten Mojokerto merupakan sebuah kota besar pada zaman Majapahit. Permukiman penduduknya kala itu mempunyai ciri khas.

Hunian rakyat biasa dan para pertapa tentu saja mempunyai corak yang berbeda dengan kaum bangsawan. Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim Vidi Susanto mengatakan permukiman zaman Majapahit mempunyai beberapa ciri khas.

Salah satunya atap hunian menggunakan genting. Sudut-sudut atapnya berhiaskan ukel. Oleh sebab itu banyak temuan pecahan genting dan ukel di situs-situs permukiman peninggalan Majapahit.

Seperti di Situs Watesumpak, permukiman Segaran dan Grogol yang ditemukan di Kabupaten Mojokerto. Selain itu, gerabah yang digunakan juga mempunyai ciri khas.

situs watesumpakSitus Watesumpak dari Kerajaan Majapahit (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)

"Gerabahnya kebanyakan dengan pola hias, seperti motif hias tumpal, beberapa bunga. Gerabah model seperti itu booming pada zaman Majapahit," kata Vidi kepada detikJatim, Rabu (28/9/2022).

Hunian masyarakat pada zaman Majapahit, lanjut Vidi juga dibedakan antara rakyat biasa dengan kaum bangsawan, brahmana dan kesatria. Menurutnya hunian rakyat biasa berupa rumah tunggal yang berjajar tanpa pagar sehingga membentuk kampung.

"Kalau puri untuk orang-orang dengan kasta tinggi dia punya pembagian ruang tempat sakral, semi sakral, profan. Berdasarkan kasta ada kerabat keraton, kesatria dan pemuka agama," terangnya.

Sedang Arkeolog Universitas Indonesia Profesor Agus Aris Munandar menjabarkan lebih rinci tentang ciri khas permukiman Majapahit melalui kajiannya berjudul Pakuwon pada Masa Majapahit: Kearifan Bangunan Hunian yang Beradaptasi dengan Lingkungan.

Menurutnya Majapahit sebagai kota besar di Jatim eksis sampai pertengahan abad 16. Kerajaan yang didirikan Raden Wijaya tahun 1293 itu kemudian dikuasai kesultanan Demak tahun 1419, yaitu berdasarkan laporan Musafir Portugis Antonio Pigafetta tahun 1522 yang menyebutkan eksistensi Majapahit sebagai kota besar di Jawa bagian timur.

Itu ditambah lagi dengan data dari Prasasti Pabanolan Pari yang dibuat di Majapahit tahun 1541.

Baca artikel selengkapnya di detikJatim ini



Simak Video "Batavia, Kekacauan dan Keserakahan yang Membuat Belanda Runtuh, Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA