Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 26 Jan 2023 09:45 WIB

TRAVEL NEWS

Populer: Pekerja Seks di Amsterdam Melawan, Mereka Ogah Ditertibkan

tim detikcom
detikTravel
Red Light District Amsterdam
Foto: Ilustrasi kehidupan malam di Red Light District Amsterdam (AFP/CNN Travel)
Jakarta -

Para pekerja seks di Red Light District Amsterdam melawan usaha penertiban yang coba dilakukan oleh pemerintah kota tersebut.

Sebelumnya, pemerintah kota Amsterdam berusaha untuk meningkatkan citra kota tersebut dan meningkatkan kenyamanan wisatawan dengan berusaha mengeliminasi wisata seks di kawasan De Wallen.

Kawasan De Wallen selama ini memang terkenal sebagai Red Light District, dimana prostitusi dilegalkan. Gadis-gadis penjaja seks di sana dengan santainya memamerkan diri di 'akuarium' kaca. Mereka bersolek sembari menanti datangnya para pencari kenikmatan sesaat yang sedang pelesiran.

Pemerintah kota Amsterdam pun menempuh beberapa kebijakan, seperti menerapkan waktu tutup lebih awal bagi rumah bordil di sana, hingga meminta para pengusaha rumah bordil untuk menutup tirai mereka, sehingga para pekerja seks yang sedang menjajakan diri tidak terlihat oleh wisatawan.

Tentu saja kebijakan tersebut diprotes keras oleh para pekerja seks yang bekerja di Red Light District Amsterdam. Menurut mereka, kebijakan itu sama saja dengan 'membunuh' mereka.

"Bagaimana saya bisa menarik klien dengan tirai yang tertutup? Mereka bilang itu untuk perlindungan, tapi itu tidak masuk akal," protes Lucy, salah satu pekerja seks di De Wallen, seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (24/1/2023).

"Jika seseorang merendahkan saya, saya akan merendahkan mereka balik. Ini bukan layanan otomatis yang saya negosiasikan. Jika orang mabuk datang, saya tidak membiarkan mereka masuk," tegas Lucy.

Dalam proposal yang diajukan oleh partai Sosial Liberal D66 Belanda, rumah bordil di De Wallen diminta untuk menutup tirai mereka.

Sebagai gantinya, pria hidung belang yang ingin menggunakan jasa para PSK, diminta untuk memindai QR Code, daripada harus bernegosiasi secara langsung dengan para PSK di balik akuarium kaca.

Menurut Lucy, para PSK tidak menyukai sistem seperti itu. Bekerja di balik akuarium kaca, menurut mereka, lebih aman dan independen.

"Kamu tidak perlu membalas email. Kamu tidak perlu membayar iklan di situs online. Kamu tinggal mendaftarkan diri ke Chamber of Commerce, membeli satu set lingerie dan sekotak kondom, lalu kamu sudah bisa bekerja," terang Lucy.

Itu dia berita terpopuler detikTravel, Rabu (25/1/2023), berikut berita terpopuler selengkapnya:



Simak Video "Komplen, Mencoba Berkarya Membuat Sepatu Kayu Tradisional, Belanda"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA