Viral Video Api Abadi Mrapen Padam, ESDM Beri Penjelasan
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Viral Video Api Abadi Mrapen Padam, ESDM Beri Penjelasan

Ardian Dwi Kurnia - detikTravel
Minggu, 01 Feb 2026 06:36 WIB
Viral Video Api Abadi Mrapen Padam, ESDM Beri Penjelasan
Penampakan api abadi Mrapen padam pada Oktober 2020. Pertama kalinya dalam sejarah api abadi Mrapen padam total, sebelumnya pada 1996 api sempat meredup tetapi tak sampai padam. (Febrian Chandra/detikcom)
Grobogan -

Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah dikabarkan padam setelah sebuah video beredar dan viral di media sosial. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah Kendeng Selatan pun memberikan klarifikasi.

Video padamnya Api Abadi Mrapen itu diunggah oleh akun TikTok @lnlita_ pada Minggu (18/1/2026). Dalam video tersebut terlihat wisatawan berkelakar bahwa api abadi padam lantaran gasnya habis.

"Gas e entek bro drung tuku mnh (Gasnya habis bro belum beli lagi)," tulis keterangan dalam unggahan akun tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini unggahan tersebut disukai lebih dari 18 ribu orang dan dibagikan oleh lebih dari 11 ribu pengguna. Dalam video tersebut juga terlihat ada tulisan 'MAAF API SEDANG DALAM PERBAIKAN' yang ditancapkan di ujung Api Abadi Mrapen.

Kepala Seksi Energi Cabdin ESDM Kendeng Selatan, Slamet Widodo, membenarkan bahwa Api Abadi Mrapen memang sedang padam. Namun, dia belum mengetahui sejak kapan itu terjadi.

ADVERTISEMENT

"Nggih (benar, Api Abadi Mrapen padam). Saya belum konfirmasi pastinya tanggal berapa (api tersebut padam)," kata Slamet saat dimintai konfirmasi detikJateng, Sabtu (31/1).

Slamet belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut soal padamnya Api Abadi Mrapen karena belum mengecek lokasi. Namun, mereka telah berkoordinasi dengan Dinas ESDM Induk terkait peristiwa itu.

"Kami Cabdin Kendeng Selatan sudah berkoordinasi dengan Bidang EBT di Dinas Induk. Untuk sementara kami belum bisa memberikan keterangan sebelum ke lokasi," ujar Slamet.

Slamet menyebut pihaknya bakal melakukan survei awal terkait padamnya Api Abadi Mrapen. Rencananya peninjauan lokasi akan dilakukan Selasa pekan depan.

"Segera untuk minggu depan akan dijadwalkan tinjau lokasi dan survei awal terhadap padamnya api Mrapen. InshaAllah dijadwalkan Selasa," kata dia.

Dalam arsip detikTravel, bukan sekali ini Api Abadi Mrapen padam. Pada September 2020 Api Abadi Mrapen, kemudian menyala kembali pada 20 April 2021 setelah sumber gas baru ditemukan dan dialirkan ke titik yang sama.

Saat itu, Api Abadi Mrapen disulut oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ganjar membawa obor kecil yang kemudian diarahkan ke tungku hingga api tersebut menyala lagi.

"Alhamdulillah, Api Abadi Mrapen kembali abadi," kata Ganjar di Mrapen pada waktu itu.

Ganjar mengaku sempat kaget saat tahu Api Abadi Mrapen yang biasa digunakan untuk event olahraga nasional maupun internasional itu padam. Dia akhirnya meminta Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) untuk menggandeng ahli mengecek padamnya api abadi itu.

"Ternyata setelah dicek, ditemukan penyebabnya. Istilahnya gas yang menjadi penyuplai Api Abadi ini bocor halus di beberapa titik. Untuk itu saya titip pada masyarakat, ayo kita rawat karena ini jadi aset Grobogan," kata Ganjar.

Ganjar meminta semua kegiatan pengeboran baik untuk mencari air maupun yang lainnya agar berkoordinasi dengan pemda setempat. Hal itu untuk mencegah terjadinya kebocoran di sumber gas Api Abadi Mrapen.

"Karena area ini saya kategorikan area rawan. Kalau nanti masyarakat ngebor tanpa izin dan tidak terkontrol, ini akan mati lagi. Mari merasa handarbeni, saling memiliki dengan cara merawat bersama," kata dia.

Ganjar menyebut, dari keterangan ahli geologi, sumber gas alam itu juga bisa dimanfaatkan warga sekitar, misalnya saja warung-warung yang di sekitar lokasi.

"Dengan cara ini, mudah-mudahan masyarakat mendapatkan manfaat, warung-warung di sekitar sini juga bisa menggunakan," kata dia.

Kepala Dinas ESDM Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, menambahkan upaya menyalakan Api Abadi Mrapen tersebut dilakukan secara bertahap. Salah satunya dengan survei geolistrik, mencari sumber gas hingga akhirnya ditemukan di kedalaman 40 meter.

"Istilahnya kami mereorientasi aliran gasnya. Sebab matinya Api Abadi Mrapen disebabkan karena kebocoran aliran gasnya," kata Sujarwanto saat itu.

***

Selengkapnya klik di sini.




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads