Disasarin Google Maps ke Sawah, Perjalanan Arus Balik Ini Berasa Naik Roller Coaster!

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Disasarin Google Maps ke Sawah, Perjalanan Arus Balik Ini Berasa Naik Roller Coaster!

Tim detikTravel - detikTravel
Rabu, 25 Mar 2026 11:16 WIB
View area persawahan di Majalengka
Ilustrasi persawahan di Majalengka. Foto Istimewa
Jakarta -

Perjalanan arus balik yang seharusnya lancar justru berubah jadi pengalaman tak terlupakan. Alih-alih terhindar dari macet, rombongan ini malah "disesatkan" Google Maps hingga masuk ke jalur ekstrem-dari sawah, bukit, sampai jembatan sempit yang bikin jantung deg-degan.

Cerita ini dibagikan oleh Frida yang ikut dalam perjalanan balik mudik dari Tasikmalaya menuju Jakarta. Bukannya santai, ia justru dibuat teriak-teriak di kursi belakang saat mobil melintasi jalur yang tak biasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awalnya, mereka mengikuti arahan Google Maps untuk mencari jalur alternatif menghindari macet di sekitar Majalengka. Namun, rute yang diberikan aplikasi andalan pengemudi saat mudik itu justru membawa mereka ke jalan sempit di area persawahan, yang hanya cukup dilalui satu mobil. Bahkan, kendaraan besar seperti elf pun nekat masuk jalur itu.

Situasi makin menantang ketika harus berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan. Tak ada pilihan lain, salah satu mobil harus menepi hingga masuk ke area sawah agar bisa saling lewat.

ADVERTISEMENT

Perjalanan belum berhenti sampai di situ. Rombongan kemudian harus melewati jalur menanjak di kaki gunung, lengkap dengan jembatan kecil yang curam dari atas ke bawah, sementara di bawahnya mengalir sungai besar. "Kayak naik roller coaster, menegangkan sekaligus bikin panik," ujar Frida.

Masuk ke jalan kampung, kondisi tak kalah menantang. Jalanan berlubang dan tidak rata menguji performa kendaraan.

"Untungnya mobil dalam kondisi yang masih oke, apalagi baru saja mengganti komponen penting. Sementara itu, di rombongan kami sepertinya dari Jakarta semua melihat pelat nomornya, ada dua mobil Agya mulai mengeluarkan suara berdecit-decit, dan sebuah mobil sedan dengan bodi rendah harus ekstra hati-hati karena jalan yang berlubang," ujarnya.

Meski penuh drama dan ketegangan, perjalanan ini tetap menyisakan sisi menyenangkan. Pemandangan alam di sepanjang jalur tersebut justru memanjakan mata-hamparan sawah dan lanskap pegunungan jadi "bonus" tak terduga dari perjalanan ekstrem ini.

Pengalaman ini jadi pengingat, mengikuti navigasi digital memang membantu, tapi tetap perlu waspada-terutama saat memilih rute alternatif di tengah arus mudik dan balik Lebaran.

---

Seperti apa cerita mudik Travelers? Tulis di kolom komentar ya...




(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads