Tak semua orang mencari liburan yang ramai dan antrean panjang. Di tengah padatnya destinasi wisata di Eropa, masih ada sejumlah negara yang menawarkan suasana lebih tenang, jauh dari kerumunan, serta pengalaman perjalanan yang terasa lebih personal dan dekat dengan kehidupan lokal.
Pernah merasa lelah dengan antrean panjang di Menara Eiffel atau lautan manusia di kanal-kanal Venesia? Fenomena overtourism memang semakin nyata di berbagai destinasi populer Eropa, seperti Italia, Spanyol, dan Yunani.
Namun, bagi wisatawan yang mendambakan ketenangan, pemandangan alam yang masih alami, serta interaksi yang lebih autentik dengan masyarakat setempat, Eropa masih menyimpan banyak pilihan yang belum terlalu ramai dikunjungi.
Berdasarkan data statistik terbaru dari Eurostat dan ulasan media Falstaff, terdapat sejumlah negara di Eropa yang tergolong sepi wisatawan, tetapi tetap menawarkan pesona yang tak kalah memukau.
Berikut 10 negara Eropa yang masih relatif sepi turis, tetapi layak masuk daftar perjalanan berikutnya.
10 negara Eropa sepi turis:
1. Liechtenstein (228.000 turis yang menginap)
Berada di posisi puncak sebagai negara yang paling jarang dikunjungi. Negara mungil yang terjepit di antara Swiss dan Austria ini adalah surga bagi pencinta pegunungan.
Dengan hanya sekitar 228 ribu turis yang menginap per tahun, kamu bisa menikmati Kastil Vaduz dan kebun anggur kerajaan tanpa gangguan kerumunan.
2. Makedonia Utara (2,1 juta turis yang menginap)
Negara di semenanjung Balkan ini menawarkan Danau Ohrid yang jernih dan bersejarah. Dengan angka kunjungan yang rendah, kamu bisa mengeksplorasi situs warisan dunia UNESCO ini dengan sangat personal, sambil menikmati kuliner lokal yang kaya pengaruh Ottoman.
3. Luksemburg (3,6 juta turis yang menginap)
Meskipun merupakan salah satu negara terkaya, Luksemburg sering kali hanya dianggap sebagai pusat finansial. Padahal, negara ini memiliki lembah hijau dan benteng-benteng tua yang megah. Angka kunjungannya bahkan sempat mengalami sedikit penurunan, menjadikannya waktu yang tepat untuk berkunjung.
4. Latvia (5,0 juta turis yang menginap)
Negara Baltik ini adalah perpaduan antara kota tua bergaya art nouveau di Riga dan hutan pinus yang luas. Dengan hanya 5 juta turis yang menginap, pantai-pantai berpasir putih di Jurmala menawarkan ketenangan yang sulit ditemukan di pantai Mediterania.
5. Montenegro (15,3 juta turis yang menginap)
Meskipun mulai populer, sebagian besar wilayah Montenegro tetap tidak tersentuh. Mayoritas turis berkumpul di pesisir pantai, sehingga area pegunungan seperti Taman Nasional Durmitor tetap menjadi pelarian yang sunyi bagi para pendaki.
6. Estonia (6,7 juta turis yang menginap)
Estonia adalah pemimpin dalam digitalisasi, tetapi secara fisik tetap sangat tradisional. Tallinn memiliki salah satu kota tua abad pertengahan yang paling terawat di dunia.
Dengan kunjungan yang relatif rendah, traveler bisa bebas berkeliling tanpa harus berdesakan di gang-gang sempitnya.
7. Albania (4,3 juta turis yang menginap)
Angka ini terus tumbuh pesat seiring populernya "Albanian Riviera", kawasan pesisir di bagian selatan Albania yang membentang di sepanjang Laut Ionia, dari sekitar Vlore hingga Sarande. Meskipun begitu, wilayah pegunungan di utara (Theth dan Valbona) tetap menjadi tempat yang "liar" dan sangat sedikit tersentuh oleh turis massal.
8. Lithuania (7,2 juta turis yang menginap)
Satu lagi permata dari Baltik. Lithuania dikenal dengan Curonian Spit, sebuah semenanjung pasir unik. Ibukotanya, Vilnius, memiliki atmosfer artistik dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan Eropa Barat.
9. Malta (10,2 juta turis yang menginap)
Malta adalah negara kepulauan kecil di Laut Mediterania yang terkenal dengan sejarah panjang, kota-kota berarsitektur batu pasir, dan laut biru yang jernih. Meski kecil, Malta punya banyak pilihan wisata yang beragam-dari budaya, sejarah, sampai pantai.
Di ibu kotanya, Valletta, traveler bisa menemukan bangunan bersejarah bergaya Baroque, benteng tua, serta jalan-jalan sempit yang masih terawat sejak abad ke-16. Kota ini juga masuk daftar Warisan Dunia UNESCO dan cocok untuk wisata sejarah ringan sambil jalan kaki.
Tak jauh dari sana, ada Mdina, kota tua yang dijuluki "Silent City". Untuk wisata alam, salah satu yang paling terkenal di Malta adalah Blue Lagoon di pulau Comino. Air lautnya sangat jernih dengan gradasi biru terang.
10. Serbia (12,4 juta turis yang menginap)
Menutup daftar di posisi ke-10, Serbia menawarkan perpaduan antara kehidupan kota Beograd yang dinamis dan ketenangan biara-biara kuno di pedesaan. Dibandingkan dengan negara tetangganya Kroasia, Serbia jauh lebih sepi dan autentik.
Simak Video "Video: Akankah Layanan Kereta Tidur di Eropa Tetap Bertahan?"
(bnl/fem)