Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 30 Jun 2021 22:14 WIB

TRAVEL-TIPS

Rahasia Aman Menginap di Hotel Versi WHO

Ilustrasi hotel
Foto: Getty Images/iStockphoto/Boyloso
Jakarta -

Untuk terhindar dari virus Corona tak bosan-bosan protokol kesehatan selalu diingatkan untuk diterapkan masyarakat. Berikut tips bepergian ke hotel dan restoran dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Membersihkan tangan menjadi hal penting yang harus diingat. Traveler direkomendasikan untuk sering mencuci tangan selama 20 detik menggunakan hand sanitizer dan 40 detik dengan sabun dan air.

Mengutip situs WHO (World Health Organization), fasilitas gym, pantai, kolam renang bisa digunakan namun, traveler harus memerhatikan batasan-batasan yang diterapkan, misalnya:

1. Ada jumlah maksimum orang yang diizinkan masuk untuk memastikan jaga jarak dan kebijakan penggunaan masker.

2. Terdapat tempat cuci tangan, terutama di toilet atau area ruang ganti.

3. Handuk yang tersedia hanya sekali pakai

4. Terdapat tempat untuk handuk setelah digunakan

5. Tempat sampah tertutup

6. Area dengan sentuhan tinggi didisinfeksi secara teratur sepanjang hari.

Bagaimana ketentuan restoran yang aman?

Sebelum ke restoran perhatikan dulu protokol kesehatan yang diterapkan. Menurut situs ini, tak ada bukti bahwa penyebaran COVID-19 ditularkan lewat makanan. Virus ini dapat dibunuh saat makanan dimasak pada suhu minimal 70 Celsius.

Prasmanan tentu dihindari karena ada risiko kontak fisik dengan orang lain dan peralatan yang disentuh. Ruangan maksimal direkomendasikan hanya tersedia bagi 4 orang dalam ukuran 10 meter persegi.

Jarak dari bagian belakang satu kursi ke kursi lain satu meter, begitu pula dengan tamu yang duduk berhadapan. Selain itu, saat masuk dan meninggalkan area restoran, tamu harus mencuci tangan.

Penggunaan AC atau kipas angin di tempat umum

Selanjutnya perhatikan penggunaan ac atau kipas angin. Ventilasi menjadi faktor penting dalam mencegah penyebaran virus Corona. Resirkulasi udara dari unit AC, kipas atau sistem apapun yang berjalan dengan mode resirkulasi harus dihindari jika memungkinkan.

Jika tidak, jendela bisa dibuka agar terjadi pertukaran udara dan meminimalisir hembusan udara dari satu orang ke orang lain. Selain itu untuk mencegah virus berada di ruangan, prosedur pembersihan, disinfeksi harus dilakukan.

Bagaimana jika ada wisatawan yang sakit saat berada di hotel atau restoran?

Jika tamu mengalami gejala COVID-19 seperti demam, batuk kering atau kelelahan, maka mereka harus memberi tahu pihak hotel/restoran dan menghubungi otoritas kesehatan setempat. Dia pun harus melakukan isolasi mandiri.



Simak Video "Strategi Pemkab Pangandaran Jaga Prokes untuk Pariwisata"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA