Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 03 Feb 2020 18:35 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Museum Ini Simpan Kisah CIA di Indonesia

d'Traveler
Helikopter Bell 47 J yang pernah digunakan sebagai helikopter kepresidenan
Helikopter Bell 47 J yang pernah digunakan sebagai helikopter kepresidenan
Bagian dalam helikopter Bell 47 J
Bagian dalam helikopter Bell 47 J
Oleh presiden Soekarno, helikopter ini diberi nama Si Walet
Oleh presiden Soekarno, helikopter ini diberi nama Si Walet
Tepat disamping helikopter terdapat mobil dinas yang juga pernah dijadikan kendaraan kepresidenan
Tepat disamping helikopter terdapat mobil dinas yang juga pernah dijadikan kendaraan kepresidenan
Chrysler Windsor Deluxe keluaran tahun 1952 ini masih terawat dan terlihat gagah
Chrysler Windsor Deluxe keluaran tahun 1952 ini masih terawat dan terlihat gagah
detikTravel Community - Dalam perjalanannya, pihak intelijen AS, CIA juga ikut berperan dalam dinamika Indonesia. Kisahnya pun bisa ditemui di museum ini.Di Museum Angkut Kota Batu, terdapat koleksi yang memiliki kisah sepak terjang CIA dalam mendukung pemberontakan pada masa mempertahankan kemerdekaan.Helikopter kepresidenan RI, yang berjenis Bell 47 J yang dinamakan Presiden Soekarno dengan Si Walet dan Mobil Limousine Chrysler Le Baron yang pernah menjadi kendaraan Presiden RI pertama Ir. Soekarno, menjadi alat pertukaran untuk membebaskan mata-mata CIA yang bernama Allen Lawrence Pope.Allen Lawrence Pope merupakan pensiunan tentara Amerika yang direkrut CIA untuk mendukung pemberontakan Perdjuangan Rakjat Semesta atau Permesta. Namun dalam misinya pada tahun 1958, TNI berhasil menembak jatuh pesawatnya dan pada akhirnya Allen Lawrence Pope ditahan oleh pemerintah Indonesia.Segala cara dilakukan oleh pemerintah Amerika untuk membebaskan Allen Lawrence Pope, sejak masa pemerintahan Presiden Dwight D. Eisenhower, sampai akhirnya digantikan oleh Presiden John F. Kennedy. Berkat kehebatan Presiden Soekarno dalam melakukan lobi dan perundingan, akhirnya memaksa pemerintah Amerika untuk menebus mata-matanya dengan beberapa unit pesawat, kendaraan, serta pembiayaan proyek strategis.Selain helikopter Bell 47 J dan mobil Chrysler Le Baron, disertakan juga 10 unit pesawat Hercules C-130 B Short Body, 2 unit Executive Bizjet Jetstar Saptamarga dan Garuda. Sejumlah proyek seperti jalan bypass Tanjung Priok - Cawang, konon juga merupakan hasil diplomasi Ir. Soekarno kepada Amerika untuk membebaskan mata-mata CIA, Allen Pope.Khusus untuk helikopter Bell 47 J si Walet ada cerita unik di baliknya. Sebelumnya helikopter bersejarah ini sempat dibiarkan terbengkalai selama 30 tahun di ujung hanggar PT. Dirgantara Indonesia, Bandung. Sampai kemudian berhasil ditemukan dan di restorasi oleh salah satu engineer TNI Angkatan Udara Mayor Heri Haryadi, dan disponsori oleh pemerintah Kota Batu.Sementara mobil limousine Chrysler yang disimpan di sebelah helikopter Si Walet tidak kalah bersejarah, walaupun bukan limousine Chrysler yang dipergunakan sebagai alat tukar mata-mata Amerika Serikat.Sebelum dipergunakan oleh Presiden Soekarno, mobil keluaran tahun 1952 ini sempat dipergunakan oleh Jenderal Sudirman pada tahun 1947. Chrysler Windsor Deluxe memiliki kapasitas mesin 4500 CC. Walaupun termasuk kategori mobil klasik, tapi masih tampak gagah dan sangat terawat.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA