Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 15 Jun 2021 13:45 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Pacu Adrenalin di Curug Cikondang, Berani?

Canyoneering di curug cikondang
Canyoneering di curug cikondang
suasana curug cikondang
suasana curug cikondang
Canyoneering di curug cikondang
Canyoneering di curug cikondang
Canyoneering di curug cikondang
Canyoneering di curug cikondang
Canyoneering di curug cikondang
Canyoneering di curug cikondang
Canyoneering di curug cikondang
Canyoneering di curug cikondang
Canyoneering di curug cikondang
Canyoneering di curug cikondang
Canyoneering di curug cikondang
Canyoneering di curug cikondang
Canyoneering di curug cikondang
Canyoneering di curug cikondang
detikTravel Community -

Cianjur selain terkenal sebagai salah satu lumbung beras nasional, juga menyimpan kekayaan alam yang sayang untuk dilewatkan. Salah satunya yaitu Curug Cikondang.

Curug yang memiliki tinggi sekitar 50 meter ini selain memiliki air yang jernih serta lingkungan yang asri, juga menyimpan potensi wisata olah raga air yaitu Canyoneering. Canyoneering merupakan aktivitas penelusuran air terjun, gua, dan sungai dengan menggabungkan teknik swimming, scrambling, cliff jumping, abseling, river hiking, dan rappelling.

Curug Cikondang sendiri terletak di Desa Wangunjaya, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Curug yang terletak di tengah tengah area perkebunan teh yang dikelola PTPN VII Panyairan sangat layak untuk dikunjungi, tidak saja karena jaraknya dari Jakarta tidak begitu jauh yaitu sekitar 4 jam saja, namun kita bisa juga melakukan olah raga Canyoneering.

Dalam olahraga canyoneering ini, kita bisa mencoba menuruni Curug Cikondang dengan bantuan seutas tali. Namun tidak perlu takut karena pengelola olah raga ini sangat professional, alat yang digunakan pun selalu diperiksa secara berkala untuk menjamin keamanan pengunjung.

Sebelum melakukan olah raga canyoneering, pengelola akan mengajarkan kita bagaimana cara menuruni Curug Cikondang dengan aman. Semua peralatan keamanan termasuk sepatu juga telah disediakan oleh pihak pengelola. Setelah semua persiapan dilakukan, tiba saatnya untuk melakukan canyoneering. Takut? Pasti.

Namun pengelola selalu meyakinkan bahwa semuanya aman. Perlahan saya langkahkan kaki untuk menuruni Curug Cikondang, sempat beberapa kali tubuh oleng karena derasnya air Curug Cikondang. Ketika menuruni curug, pastikan kaki menginjak dengan kuat dinding curugnya.

Beberapa dinding curug ternyata memiliki lubang yang cukup dalam, jadi kita mesti ekstra hati hati. Ketika sampai di tengah, debit air curug sangat deras, sampai sampai kita akan sedikit sulut bernapas. Panik? Tentu saja.

Namun, harus tetap tenang. Carilah lubang-lubang di dinding curug, istirahat sebentar, tarik napas yang panjang, dan lanjutkan menuruni curug. Semakin turun ke bawah debit air akan semakin deras, sehingga kita juga jadi lebih susuh bernapas.

Tidak perlu panik, jika dirasa sudah tidak kuat, turun berlahan lahan saja. Pengalaman canyoneering menjadi pengalaman yang tidak terlupakan dalam hidup. Setelah selesai, bisa beristirahat sejenak dengan ditemani segelas teh hangat dan semangkuk mie instan plus telur untuk mengembalikan energi.

Suara derasnya air Curug Cikondang membuat hati tenang. Banyak pengunjung yang merasa bahwa Curug Ckondang ini mirip air terjun Niagara di perbatasan Amerika Serikat dan Kanada, namun versi mininya. Dari pada jauh jauh ke Niagara, yuk kita bertamasya ke Curug Cikondang!.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA