Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 23 Agu 2021 13:16 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Embung Manajar Boyolali, Spot Asyik di Lereng Merapi

Embung Manajar Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Embung Manajar Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Foto: Agung Mardika
Foto: Agung Mardika
Foto: Agung Mardika
Foto: Agung Mardika
detikTravel Community -

Kabupaten Boyolali, yang sebagian wilayahnya berupa pegunungan, memiliki spot-spot wisata alam yang mempesona. Tak terbilang jumlah tempat wisata yang berhasil memikat wisatawan.

Suasananya yang masih alami, berhawa sejuk serta jauh dari hiruk pikuk perkotaan, membuat dataran tinggi di Boyolali menjadi salah satu destinasi paling ideal untuk melepas penat.

Nah, salah satu objek wisata yang paling diminati adalah Embung Manajar.

Lokasi Embung Manajer

Embung ini terkenal akan kecantikannya karena letaknya berada di antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Puncak Merapi yang selalu tertutup pasir dan mengepulkan asap, terlihat dengan jelas, menambah kesan dramatis yang menghibur. Kemanapun mata memandang, yang ada hanyalah keindahan.

Penyuka fotografi atau selfie dipastikan akan betah mengeksplorasi setiap sudut Embung Manajar. Buat kamu yang merencanakan perjalanan ke Embung Manajar, ada baiknya dilakukan setelah masa PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) selesai. Dan tetap patuhi protokol kesehatan yang berlaku supaya dunia pariwisata Indonesia cepat pulih kembali.

EmbungManajar berlokasi di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Dari kota Boyolali jaraknya sekitar 20 kilometer, dengan waktu tempuh kira-kira 1 jam.

Namun sayang, untuk menjangkau embung ini hanya bisa dilakukan dengan menaiki sepeda motor. Kondisi jalan menuju embung cukup ekstrem, dan pastikan sepeda motor dalam kondisi prima. Banyak pengendara yang gagal mencapai lokasi gara-gara tidak kuat menanjak.

Tiket masuk dan parkir Embung Manajar

Jika ragu-ragu, ada alternatif lain yakni menggunakan jasa ojek yang mangkal di pintu masuk. Ongkosnya Rp 15.000 dari tempat parkir, dan Rp 10.000 dari embung. Ojek ini juga dipersiapkan untuk wisatawan yang datang menggunakan mobil.

Tiket masuk yang ditetapkan sangat terjangkau, hanya Rp 5.000 saja. Dan untuk biaya parkir tarifnya Rp 3.000 untuk sepeda motor, dan Rp 10.000 untuk mobil. Harga tiket yang tertera di atas tidak termasuk jika wisatawan ingin menunggang kuda. Sewa berkeliling dengan kuda sebesar Rp 30.000. Ada pula sewa jasa fotografer yang dibanderol Rp 2.500 per foto.

Selanjutnya Fasilitas Embung Manajar

Fasilitas Embung Manajar


Fasilitas yang disediakan pengelola memang tidak selengkap dan sebagus tempat wisata modern. Embung Manajar hanya menyediakan fasilitas yang bersifat mendasar saja. Seperti area parkir yang luas, toilet dan warung makan.

Tetapi, itu sudah cukup membuat wisatawan merasa nyaman. Bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana malam di sini, telah disediakan zona camping ground. Untuk sementara, perlengkapan kemping harus membawa sendiri karena pengelola tidak menyediakan sewa tenda. Dan perlu dicatat, fasilitas kemping hanya buka pada malam sabtu dan malam minggu saja!

Lalu, apa daya tariknya? Selain hawanya yang dingin, wisatawan juga akan menyaksikan hamparan alam hijau yang menyejukkan pandangan. Kesegaran yang mustahil ditemukan di perkotaan.

Ketika cuaca sedang cerah, panorama akan semakin memanjakan mata. Puncak Merapi menjadi sangat jelas. Lekukan-lekukan jurang begitu nyata. Saat kondisi seperti inilah aktivitas fotografi sangat direkomendasikan.

Letak Embung Manajar berada di ketinggian 1.700 mdpl. Buat kamu yang tidak terbiasa dengan suhu dingin, jangan lupa untuk mengenakan baju hangat. Luas Embung Manajar tidak terlalu lebar, juga tidak terlalu sempit, sedang-sedang saja. Airnya jernih dan tenang. Memandangnya sangat menenangkan jiwa. Di sekeliling embung terdapat pagar besi yang kokoh.

Tujuannya supaya memberi rasa aman bagi wisatawan, khususnya anak-anak. Sebagai tambahan informasi, jika ingin menemukan ketenangan di Embung Manajar disarankan untuk berkunjung pada hari kerja. Karena pada akhir pekan atau musim liburan tempat wisata ini sangat ramai.

Kondisi yang penuh sesak juga menyulitkan untuk mendapatkan hasil foto yang bagus. Akan tetapi, keramaian tersebut justru menunjukkan bahwa Embung Manajar memang memiliki daya pikat. Wisatawan yang datang dari berbagai daerah rela berdatangan demi menikmati sajian alam yang mengagumkan ini. Sangat menarik bukan? Jadi, kapan kamu ke sini?

BERITA TERKAIT
BACA JUGA