Dari namanya, festival di Medan ini akan mengundang banyak tanya. Festival Hantu Lapar adalah perayaan etnis Tionghoa menyambut kedatangan roh dan hantu, dengan cara membakar 'uang'. Unik sekaligus menarik!
Ada berbagai macam etnis yang tinggal di Medan, Sumatera Utara. Salah satunya adalah Tionghoa. Setiap etnis punya perayaan yang berbeda dan menjadi daya tarik tersendiri bagi traveler. Festival Hantu Lapar adalah salah satu perayaan dari Tionghoa yang menarik untuk dilihat dari dekat.
Dari berbagai sumber yang dirangkum detikTravel, Kamis (11/10/2012), Festival Hantu Lapar adalah perayaan yang dilakukan oleh etnis Tionghoa setiap tahunnya. Perayaan ini dilakukan pada bulan ketujuh di penanggalan China. Bulan ketujuh tersebut disebut juga sebagai Bulan Hantu, saat itulah roh dan hantu akan keluar untuk mengunjungi bumi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, Patung Dewa Neraka dari dalam vihara pun dikeluarkan. Saat patung tersebut dibakar, uang-uang tersebut pun ikut dibakar. Rupanya, tak hanya itu saja, tapi ada 'rumah mewah' dan 'harta-harta' lainnya pun dibakar. Eits, itu pun juga replika lho!
Ada juga nampan yang berisi makanan yang tertata secara rapi di dalam perayaan ini. Makanan tersebut berupa sawi, kue, tebu merah dan mie kering.
Penganut Tao dan Buddha percaya, kehidupan mereka akan makmur setelah melakukan pembakaran 'harta' tersebut. Traveler pun dapat melihat festival ini dari dekat. Mengabadikan setiap momennya akan menjadi cerita tersendiri untuk Anda.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Viral Bule Hadang Mobil di Nusa Dua, Ia Berlutut Minta Tolong