Terdapat 5 buah batu berdiri yang disebut batu meriam. Mitosnya batu tersebut bakal mengeluarkan bunyi ledakan sebelum kejadian besar terjadi di negeri ini. Percaya atau tidak, begini cerita lengkapnya.
Lima batu meriam ini berada di Situs Janggala di Desa Janggala, Kecamatan Cidolog Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Batu itu diduga terlihat seperti peninggalan pada zaman hindu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Letaknya berada di Situs Janggala (Dadang/detikTravel) |
"Seperti pada tahun 2016, gempa dan tsunami menerjang wilayah Pangandaran. Beberapa hari sebelumnya terdengar bunyi ledakan seperti petir yang berasal dari situs ini," ujar juru kunci situs Enjang Hasan yang juga perangkat desa setempat saat ditemui baru-baru ini.
Namun menurut Hasan, bunyi ledakan batu itu tidak bisa didengar oleh semua orang warga desa. Bahkan warga yang berada disekitar situs terkadang tidak mendengar saat berbunyi. Bahkan, bunyi itu bisa terdengar oleh orang yang lokasinya cukup jauh. Cerita ini sudah ada sejak lama dan turun temurun.
"Bunyi itu biasanya terdengar pada malam hari. Ada yang dengar ada yang tidak. Biasa paginya yang dengar suka bertanya-tanya setelah ada bunyi ledakan bakal ada kejadian apa," kata Hasan.
Foto: (Dadang/detikTravel) |
Hasan menambahkan, setelah terdengar bunyi ledakan, batu meriam yang berada di tengah bergeser dari posisi semula sekitar 1-2 sentimeter.
Peristiwa besar lainnya yang terbukti setelah batu meriam mengeluarkan bunyi ledakan, pada saat Presiden Soeharto lengser dari jabatannya tahun 1998.
Hasan mengaku tidak ada yang mengetahui secara pasti sejarah dari lima batu meriam tersebut. Bahkan pada masa penjajahan Belanda, lokasi itu menjadi salah satu tempat pertahanan.
"Sudah ada dari pemerintah datang ke sini melakukan peninjauan dan penelitian, tapi sampai sekarang belum ada hasil. Batu ini peninggalan apa. Namun yang jelas sejak dulu sampai sekarang batu ini berdiri dan tidak ada yang berubah," pungkasnya. (wsw/aff)












































Foto: Letaknya berada di Situs Janggala (Dadang/detikTravel)
Foto: (Dadang/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru