Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 17 Jun 2021 16:08 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kisah Schoemaker, Sang Maestro 'Pencipta' Bandung

bonauli
detikTravel
Walk Tour Cerita Bandung
Gedung PLN karya Schoemaker (Bonauli/detikcom)
Bandung -

Jauh sebelum julukan Kota Kembang, Bandung punya identitas lain. Seorang arsitektur yang sangat berjasa menjadikan Bandung sebagai identitasnya, Schoemaker.

Pesona Bandung tercipta bukan hanya karena alamnya. Sentuhan art deco pada bangunannya juga membuat identitas Bandung. Bicara soal bangunan, ada satu nama yang melekat pada Bandung.

Ia adalah Charles Prosper Wolff Schoemaker. Schoemaker lahir di tanah Jawa pada tahun 1882 dan mengambil kuliah jurusan arsitektur.

Kecintaannya pada Indonesia terlihat dari bangunan-bangunan di sudut-sudut Bandung. Yang paling menonjol adalah area pusat kota di Jalan Asia Afrika.

Melalui walk tour bersama Cerita Bandung dan Paket Liburan ke Bandung dari The Papandayan, detikTravel dibuai dengan wisata sejarah yang berbeda. Tur ini memulai rute di jalan Asia-Afrika dan berakhir di Lapas Banceuy.

Perjalanan dimulai dari titik 0 KM Bandung. Dari sana, Mamat, pemandu Cerita Bandung mulai memperkenalkan keindahan Bandung dari tangan emas Schoemaker.

"Saking banyaknya karya Schoemaker ada ungkapan Bandung adalah Schoemaker, Schoemaker adalah Bandung," ujar Mamat.

Walk Tour Cerita BandungGedung KAA karya Schoemaker Foto: (Bonauli/detikcom)

Benar saja, sepanjang jalan Asia-Afrika, Mamat memperkenalkan bangunan-bangunan bersejarah karya Schoemaker. Bentuknya sangat khas.

"Schoemaker punya ciri khas, yaitu selalu ada ornamen daerah seperti misalnya batik," ungkapnya.

Megah dengan gaya art deco, tiap karya Schoemaker selalu penuh detail. Seperti misalnya di Gedung Jiwasraya, ada detail batik yang menjadi ornamen di depan bangunan.

Hotel Preanger sampai Gedung PLN Bandung/Gebeo juga menjadi peninggalan dari Schoemaker. Schoemaker tinggal dan meninggal di Bandung pada 22 Mei 1949.

"Dulu pemakaman Schoemaker sempat tidak terurus. Namun sekarang sudah jadi lebih baik. Banyak juga komunitas-komunitas di Bandung yang merawat makam Schoemaker," tutup Mamat.



Simak Video "Melepas Rindu ke Museum Nike Ardilla di Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA