Yinchuan, Kota Bebas Macet di China

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari China

Yinchuan, Kota Bebas Macet di China

- detikTravel
Selasa, 24 Sep 2013 16:46 WIB
Yinchuan, Kota Bebas Macet di China
Meski ibukota provinsi, kota ini sepi dan jauh dari hiruk pikuk (Putri/detikTravel)
Yinchuan - Umumnya, ibukota provinsi identik dengan ramai dan macet, tapi ternyata tidak dengan Yinchuan. Ibukota Provinsi Ningxia di China ini malah tenang, sepi dan yang pasti bebas macet.

Setelah melalui perjalanan panjang dari Jakarta, akhirnya saya dan rombongan Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) Jakarta tiba di Yinchuan. Ya, beberapa waktu lalu kami memang berkunjung ke Yinchuan untuk mengikuti konferensi wisata muslim.

Provinsi Ningxia jadi tuan rumah untuk perheletan besar yang diikuti oleh 20 negara ini. Kebetulan, penduduk China yang beragama Islam banyak tinggal di sini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Begitu tiba di Yinchuan, rasa lega langsung masuk ke hati seluruh rombongan ASITA, termasuk saya. Betapa tidak, kami melalui perjalanan yang cukup panjang, hampir 24 jam dan harus transit di 4 bandara.

Lelah terlihat diseluruh wajah rombongan. Rasa penasaran dengan destinasi tujuan, khususnya Yinchuan tentu memuncak, terlebih begitu kaki berhasil menginjak tanah kota ini.

Dengan langkah tergesa-gesa, kami semua keluar dari bandara. Ingin tahu, seperti apa sih kota yang ditempuh dengan perjalanan panjang ini?

Ternyata meski ini adalah ibukota provinsi, Yinchuan berbeda sekali dengan Surabaya, Bandung, Padang atau Makassar di Indonesia. Yinchuan termasuk sepi, sejuk, bersih, tertib dan bebas macet.

Sepanjang perjalanan dari bandara menuju penginapan, kami tidak menemukan penumpukan kendaraan di satu tempat. Bahkan, ketika lampu merah pun, tidak terjadi tumpukan mobil.

Rasa bingung dengan fenomena ini sempat terlintas di benak saya. Tapi kemudian semua pertanyaan terjawab. Setelah diperhatikan, kebanyakan warga Yinchuan masih menggunakan sepeda. Hanya sedikit penduduk yang menggunakan mobil atau motor.

Selain itu, rasanya tak banyak penduduk yang tinggal di kota ini. Setidaknya, ini terlihat dari masih banyak lahan kosong di sepanjang kota yang dijadikan ladang. Rumah dan gedung bertingkat pun tak terlihat banyak di sana.

Yang paling saya senangi dari kota ini adalah udara segar. Karena tidak dipadati kendaraan, kota ini bebas asap yang menyesakkan dada. Segar!

(ptr/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads