Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 09 Jan 2019 19:10 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Desa Dupa di Vietnam yang Instagramable

Syanti Mustika
detikTravel
Pembuatan dupa di Desa Quang Phu Cau, Vietnam (Manan Vatsyayana/ AFP)
Pembuatan dupa di Desa Quang Phu Cau, Vietnam (Manan Vatsyayana/ AFP)
Hanoi - Sebuah desa di Vietnam dijuluki Desa Dupa. Selama puluhan tahun desa ini membuat dupa untuk perayaan di Vietnam. Cocok buat diposting di Instagram.

Ini adalah bulan yang paling sibuk di Desa Quang Phu Cau yang berada di pinggiran Hanoi, Vietnam. Para penduduk desa sibuk menyiapkan ratusan ribu dupa untuk menyambut perayaan Tahun Baru Tet, Imlek versi Vietnam di Februari nanti.

Tet merupakan perayaan dan festival menyambut Tahun Baru Vietnam berdasarkan kalender Lunar yang menandakan musim semi di Vietnam. Ini merupakan perayaan paling penting di Vietnam. Selama perayaan Tet, orang-orang akan saling berkunjung ke rumah kerabat dan kuil-kuil.

 (Manan Vatsyayana/ AFP) (Manan Vatsyayana/ AFP)


Dikumpulkan detikTravel dari beragam sumber, Rabu (9/1/2019) Desa Quang Phu Cau ini juga dijuluki 'Desa Dupa', karena selama hampir satu abad mata pencarian pokok penduduk adalah membuat dupa dan ini juga menjadi kebanggaan bagi mereka.

Mereka setiap hari membuat dupa untuk dijual, namun masa puncaknya adalah setiap bulan Januari. Mereka mempersiapkan dupa untuk menyambut perayaan Tahun Baru Tet yang jatuh di bulan awal Februari. Saat inilah orang beramai-ramai ke kuil dan menyalakan dupa.

(Manan Vatsyayana/ AFP)Foto: (Manan Vatsyayana/ AFP)


Adapun proses pembuat dupa ini dimulai dengan membersihkan bambu dan memasukan ke dalam mesin. Mesin ini nanti akan memotong bambu menjadi stik. Setelah itu stik-stik bambu ini dicelupkan ke gentong yang berisi pewarna merah. Kemudian stik dijemur.

Setelah itu stik-stik dupa ini kering, kemudian dioleskan pasta dupa aromatik. Setelah kering barulah kemudian stik-stik ini dibungkus untuk bisa dipasarkan.

Kebanyakan usaha pembuatan dupa di desa ini turun temurun. Bahkan terdapat beberapa keluarga yang memproduksi dupa lebih dari 100 tahun. Mereka bisa menghasilkan 430 dolar AS (Rp 6 juta) per bulan sebelum Tahun Baru.

(Manan Vatsyayana/AFP)Foto: (Manan Vatsyayana/ AFP)
(sym/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED