Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 21 Mar 2021 06:42 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Pulau Paskah, Pulau Terpencil dengan Ratusan Patung Wajah

Tim detikcom
detikTravel
Patung Moai di Pulau Paskah
Foto-foto patung manusia di Pulau Paskah (iStock)
Jakarta -

Pulau Paskah masih penuh misteri sampai saat ini. Di sini ada ratusan patung manusia dengan ukuran tak biasa.

Dirangkum detikTravel dari berbagai sumber, Pulau Paskah merupakan pulau yang terisolasi dan memiliki jarak terdekat dengan daratan 3.218 kilometer dari Chile.

Rapa Nui, panggilan warga lokal terhadap Pulau Paskah, kepulauan vulkanik di Samudera Pasifik bagian tenggara ini, menjadi pusat budaya di Polinesia. Maskapai LAN Airlines dari Chile mempunyai penerbangan dari Santiago ke Pulau Paskah beberapa kali seminggu dengan durasi terbang selama lima jam.

Adapun yang membuat pulau ini menarik karena di sana terdapat ratusan Moai, patung manusia yang diukir di batu dalam beragam ukuran. Ukuran patung manusia itu bisa mencapai ketinggian 10 meter dengan berat mencapai 14 ton lho.

Diperkirakan patung-patung Moai ini berasal dari abad ke-12. Situs ini digali pertama kali pada tahun 1970-an.

Menariknya lagi, semua patung-patung ini berdiri menghadap ke daratan. Setiap Moai berbeda bentuknya. Ada yang seperti karikatur, ada yang gemuk, kurus, besar, kecil, bertato atau disebut tulisan rumit yang juga termasuk petroglif, bahasa tulis yang hanya ada di Oseania.

Patung Moai di Pulau PaskahPatung Moai di Pulau Paskah Foto: (iStock)

Pertanyaannya, bagaimana patung besar dan berat ini bisa berada di pulau terpencil ini. Tentunya, dibutuhkan upaya luar biasa untuk bisa memindahkan patung ini, bukan?

Namun, tak ada yang tahu persis apa alasan pendatang di Rapa Nui mengerjakan tugas berat itu. Ahli sejarah berspekulasi, Moai diciptakan untuk menghormati leluhur, kepala, dan tokoh penting lain di Pulau Paskah.

Sampai saat ini tidak ada bukti tertulis serta juga sangat sedikit sejarah lisan yang ada di pulau itu sehingga tak ada bukti untuk memastikannya.

Masyarakat Polinesia berkembang di lokasi yang sepertinya mustahil didiami. Jiwa tangguh mereka berlayar dengan armada perahu cadik kayu menuju satu titik kecil di belantara Samudra Pasifik.

Dulunya, orang-orang yang datang Rapa Nui mengembangkan budaya arsitektur dan seni yang berbeda. Budaya ini mencapai puncaknya di abad ke-10 sampai abad ke-16. Bertepatan juga dengan datangnya pendatang ke Rapa Nui, mengukir dan mendirikan sekitar 800 Moai di pulau tersebut.

Ragam pendapat pun berspekulasi tentang hilangnya peradaban di Tapa Nui. Ada yang mengatakan karena bencana hingga tikus yang menyerang lahan pertanian.

Patung Moai di Pulau PaskahPatung Moai di Pulau Paskah Foto: (iStock)

Tidak diketahui kapan waktu pasti pulau ini ditempati manusia. Hanya ada perkiraan berkisar dari 800-1200 M. Misteri kehancurannya juga belum terjawab, namun katanya kehancuran mereka disebabkan oleh ulah mereka sendiri.

Ada yang mengatakan karena rusaknya lingkungan akibat dari pemotongan jutaan pohon besar untuk dijadikan lahan ladang. Ada juga yang mengatakan pembakaran lahan. Hingga terjadi erosi hebat dan lahan subur hilang.

Spekulasi lain adalah karena tikus Polinesia yang menyelip di kapal pendatang yang kemudian memakan cukup benih dan memusnahkan pohon-pohon di sana.

Saat bangsa Eropa tiba pada 1722, mereka menemukan sebagian besar Pulau Paskah tandus dan hanya segelintir penduduk di sana. Nama Pulau Paskah diberikan oleh orang Eropa yang pertama kali menginjakkan kaki di pulau tersebut. Jacob Roggeveen adalah penjelajah Belanda yang menemukan pulau pada hari Minggu Paskah, 5 April 1722, saat dia sedang mencari pulau David.

Roggeveen menamakannya Paasch-Eyland yang berarti Easter Islanda atau Pulau Paskah.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Patung Ikon Kecamatan di Polman Dirusak, Pelaku Diduga ODGJ"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA