Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 02 Agu 2019 19:29 WIB

TRAVEL NEWS

160 Ribu Wisatawan Rusia Ditarget Kunjungi RI Sepanjang 2019

Faidah Umu Sofuroh
detikTravel
Foto: Dok. Kemenpar
Foto: Dok. Kemenpar
Jakarta - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengikuti kegiatan Forum Bisnis Indonesia-Rusia yang digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow. Dala acara tersebut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar, Nia Niscaya memaparkan pihaknya terus menjawab tantangan dalam pariwisata.

Dalam kesempatan yang berlangsung pada Kamis (1/8/2019) itu, ia memaparkan sejumlah capaian dan target Kemenpar. Salah satunya peningkatan kunjungan wisatawan Rusia ke Indonesia yang terus meningkat. Pada 2017 jumlah kunjungan wisman Rusia mencapai 110.529, dan pada 2018 mencapai 125.697. Sementara pada 2019 ini, targetnya mencapai 160 ribu.

"Upaya promosi akan terus kita lakukan secara berkelanjutan. Terlebih, kita punya target kunjungan wisatawan Rusia ke Indonesia sebesar 160 ribu, sepanjang tahun 2019. Dengan acara ini semoga terus bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke tanah air kita," kata Nia Niscaya dalam keterangan tertulis, Jumat (2/8/2019).

Nia juga membeberkan konsep promosi yang dilakukan Kemenpar sangat mengalami kemajuan pesat. Kemenpar membagi strateginya dalam tiga batasan besar yakni Ordinary, Extra Ordinary dan Super Extra Ordinary.

Program Ordinary telah dijalankan beberapa tahun sebelumnya, yakni Branding, Advertising dan Selling. Sementara, program Extra Ordinary dan Super Extra Ordinary sedang dijalankan, yakni Incentive (Airlines), Hot Deals, Competing Destination Model dan Border Tourism, dan Low Cost Terminal.


Salah satu potensi wisata yang terus digarap oleh Kementerian Pariwisata adalah Crossborder. Sebab, jenis wisata ini memiliki banyak peminat dari berbagai kalangan. Selain itu, wisata perbatasan menjadi jawaban ketika wisatawan menemui kesulitan dalam melakukan kegiatan wisata yang berada di dalam wilayah Indonesia.

"Kemenpar terus menggarap potensi perbatasan atau cross border. Implementasinya yakni melalui program Joint Promotion. Misalnya dengan penyedia transportasi (ferry dan bus), event crossborder, hot deals, destinasi digital, dan mobile positioning data (MPD). Seperti dengan Malaysia, Singapura, maupun Thailand," ujarnya.

Nia mengajak kepada semua investor maupun pengusaha untuk berinvestasi dan berkunjung ke Indonesia dengan mengunjungi destinasi-destinasi unggulan di tanah air.

"Silahkan datang ke Indonesia, dan nikmati juga persembahan kami di Festival Wonderful Indonesia (FWI) pada tanggal 2-4 Agustus 2019 di Krasnaya Presnya Park. Bentuk partisipasi Kementerian Pariwisata berupa penyedian Paviliun Indonesia seluas 10 x 10 meter di depan main stage. Kemudian Hospitality Corner, berupa coffee/mixologist corner yang akan menyajikan dan meracik kopi khas dari berbagai daerah di Indonesia. Silahkan hadir," ajaknya.

Selain itu, akan ada pendistribusian bahan promosi Wonderful Indonesia kepada pengunjung melalui kuis dan information counter, serta photo booth/Instagramable-Area. Kemenpar juga menghadirkan Tim Wonderful Indonesia yang terdiri dari barista, The Wonderful Indonesia Band, dan penari/carnival dari Banyuwangi.

Dubes Indonesia untuk Rusia Mohammad Wahid Supriyadi mengucapkan terima kasih kepada Kemenpar yang telah mendukung dan hadir di acara Forum Bisnis Indonesia-Rusia yang diprakarsai KBRI tersebut.

Selain menjadi pemantik pariwisata Indonesia, acara ini juga bertujuan untuk memfasilitasi komunikasi bisnis, jaringan, dan kesepakatan serta kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Rusia untuk sektor swasta dan pemerintah, termasuk yang dari Jakarta dan daerah-daerah seperti Yogyakarta, Jawa Tengah, Aceh, Jawa Barat, Pulau Riau dan Sumatra Barat.

Beberapa peserta dari Rusia juga datang dari luar Moskow seperti Ivanovo dan Orel. Forum ini menampilkan 'Menuju Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia: Menjembatani Kerjasama yang Berbuah melalui Pariwisata, Perdagangan, dan Investasi' sebagai tema. Ini akan terdiri dari sesi pleno, empat sesi breakout dan pencocokan bisnis. Empat sesi pembahasan akan mencakup infrastruktur dan energi, perdagangan bilateral, kolaborasi pariwisata, dan industri minyak sawit.

Fitur yang paling substansial dari forum adalah sesi perjanjian penandatanganan. Pada sesi itu, beberapa pihak telah berkomunikasi dan ditangani sebelumnya. Para pembicara forum akan berkisar dari pejabat pemerintah tingkat tinggi hingga asosiasi bisnis top dan tokoh perusahaan swasta.

Para pembicara tersebut antara lain Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Triawan Munaf, Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Nia Niscaya, Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Alexey V. Gruzdev, Presiden Pengusaha dan Pengusaha Rusia, Alexander Nikolaevich Shokhin dan Komisaris Federasi Rusia untuk Hak Pengusaha, Boris Titov.


Diorganisir oleh Kedutaan Besar Indonesia di Moskow dengan dukungan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, forum tersebut menargetkan 450 pengusaha dari kedua belah pihak. Forum itu juga diadakan dalam semangat ikatan persahabatan tradisional dan kerja sama dan untuk menyambut 70 tahun hubungan bilateral antara Republik Indonesia dan Federasi Rusia pada 2020.

Pada kesempatan tersebut, Deputy Minister of Trade and Industry of the Russian Alexey Gruzdev mengucapkan terima kasih kepada KBRI dan seluruh pendukung acara ini. Dikatakan, Indonesia adalah negara yang sangat lengkap.

"Saya sangat senang dengan kabar peningkatan pariwisata Indonesia. Pariwisata semakin dinikmati masyarakat Rusia dan banyak yang berkunjung ke Indonesia. Ini menjadi bukti bahwa Indonesia sangat indah dan layak dikunjungi. Tentu ini bisa menjadi pembuka kerja sama di bidang lain. Seperti pendidikan dan lain sebagainya. Saya juga dalam waktu dekat ini akan segera berkunjung ke Indonesia," katanya.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya meminta maaf atas batalnya hadir ke acara tersebut. Sebab, ia harus mendampingi acara kunjungan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di salah satu destinasi super prioritas yakni Danau Toba.

"Terima kasih kepada KBRI dan seluruh stakeholder yang terlibat di acara tersebut. Semangat Indonesia Incorporated adalah hal yang sangat penting untuk membangun pariwisata Indonesia. Karena mengangkat pariwisata Indonesia bukan hanya tugas dari Kemenpar sendiri, namun juga tugas dan kerjasama kita semua," ungkapnya.

Simak Video "Ubud Akan Jadi Percontohan Destinasi Kuliner Kelas Dunia "
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA