Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 04 Okt 2019 13:20 WIB

TRAVEL NEWS

Wacana Lama Muncul Lagi: Bayar Mahal Masuk ke Pulau Komodo

Afif Farhan
detikTravel

Halaman 1 dari 2

Turis yang sedang berfoto dengan komodo (Afif Farhan/detikcom)
Turis yang sedang berfoto dengan komodo (Afif Farhan/detikcom)

Jakarta - Berakhirnya polemik wacana penutupan Pulau Komodo memunculkan wacana baru. Tak benar-benar anyar karena wacana ini sudah lama: tiket masuk dengan harga selangit.

Baru-baru ini, polemik penutupan Pulau Komodo di Taman Nasional Komodo, NTT sudah selesai. Pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHLK) menegaskan tidak menutup Pulau Komodo, melainkan menatanya lebih maksimal.

"Yang akan dilakukan ialah penataan dalam kewenangan konkuren, bersama antara pemerintah/KLHK dan Pemda NTT. Tujuannya untuk kepastian usaha, livelihood masyarakat, konservasi satwa komodo, world class wisata serta investasi," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya kepada detikcom, Senin (30/9) kemarin.

BACA JUGA: Pengumuman! Pulau Komodo Tidak Jadi Ditutup

Dalam catatan detikcom, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap lebih jauh jauh terkait wacana lain seputar Pulau Komodo. Dia berujar, Pulau Komodo akan dibuat eksklusif dan ini berimbas pada kenaikan tarif masuk.

"Pulau Komodo itu tidak ditutup, kita mau kelola dengan baik, (pulau) yang lain kita atur dan tata jadi wisata eksklusif. Yang penting Komodo kita atur terlindungi," kata Luhut.

Luhut menjelaskan, dengan konsep eksklusif nantinya harga tiket masuk ke Pulau Komodo seharga Rp 14 juta per orang dalam bentuk membership tahunan yang bersifat premium. Sehingga hanya orang-orang khusus saja yang bisa berkunjung ke sana.

BACA JUGA: Pulau Komodo Dibuat Eksklusif, Tiket Masuknya Rp 14 Juta

Luhut mengatakan nantinya pengelola diminta menyiapkan 50 ribu tiket seharga USD 1.000 atau setara dengan Rp 14 juta (dalam kurs Rp 14 ribu) untuk membership premium tersebut. Maka nantinya akan ada USD 50 juta dolar untuk mengelola Pulau Komodo agar tetap jadi situs warisan dunia.

"Perusahaan A dari filontropis misalnya beli tiketnya USD 1.000, kita siapkan 50.000, itu USD 50 juta dolar sudah bisa pemeliharaan Pulau Komodo tetap jadi world heritage," ucap Luhut.

Luhut menyatakan dirinya sudah mulai menemui beberapa pihak yang tertarik di Amerika. Dia bilang organisasi yang berminat sudah punya pengalaman mengelola taman-taman nasional di Afrika.

Komodo di Pulau KomodoKomodo di Pulau Komodo (Afif/detikTravel)

Terakhir, Luhut mengatakan alasan Pulau Komodo dibuat eksklusif, menurutnya Komodo merupakan warisan dunia yang nilainya tinggi. Untuk itu bagi yang mau berkunjung, kenapa tidak dibebani biaya mahal karena yang dilihatnya adalah sesuatu yang luar biasa.

"Jadi rupanya kita punya 5 world heritage yang tertinggi, salah satunya itu Komodo. Orang-orang yang mau datang mau lihat sesuatu yang luar biasa dia harus mau bayar mahal, untuk memelihara lingkungannya," kata Luhut.

Namun bagi pengunjung yang tidak memiliki kartu premium, akan diarahkan ke lokasi lain yang ada hewan Komodo juga.

(Halaman selanjutnya, wacana lama soal tiket masuk Taman Nasional Komodo)

(aff/aff)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA