Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 26 Jun 2020 19:05 WIB

TRAVEL NEWS

Langka Banget, Ada Penyu Bertelur Siang Hari di Rote

Bonauli
detikTravel
Penyu Lekang di Rote
Langka! Penyu Lekang bertelur siang hari di Rote Foto: (dok BKKPN/Ikram Sangaji)
Rote -

Penyu umumnya bertelur saat malam hari nan sunyi. Baru saja terjadi, seekor penyu lekang di Rote bisa bertelur siang hari.

Peristiwa langka itu dilaporkan oleh Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) belum lama ini.

Lokasi penyu bertelur siang hari itu muncul di Pantai Sosadale, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (17/06) pukul 10.00 WITA seperti dikutip dari situs resmi KKP, Jumat (26/6/2020).

"Penyu Lekang umumnya bertelur saat menjelang malam (jam 20.00-24.00). Sementara itu, penyu sisik waktu bertelur tidak dapat diduga, kadang malam hari, kadang siang hari," ujar Kepala BKKPN Kupang, Ikram M Sangadji.

Sementara itu, periode bertelur penyu lekang tersebut tak terlalu aneh. Sekitar tengah tahun.

"Dari hasil monitoring selama lima tahun terakhir memang menunjukkan bahwa penyu rutin bertelur di wilayah Pantai Sosadale setiap tahunnya dengan puncak waktu bertelur pada bulan Juli dan Agustus," ujar Ikram.

"Oleh karena itu, sebagai tindakan pelestarian untuk melindungi telur penyu dari predator maka BKKPN Kupang menginisiasi pembangunan demplot penyu berbasis pengelolaan masyarakat pada tahun 2016," Ikram menjelaskan.

Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir (PELP) Ahli Utama KKP Agus Dermawan menyebut penyu bertelur memang berbeda-beda, sesuai dengan jenisnya masing-masing. Agus menambahkan lebih umumnya penyu bertelur pada malam hari dikarenakan penyu-penyu itu memerlukan rasa aman untuk bertelur. Nah, potensi gangguan di siang hari itu lebih besar.

Ya, penyu kembali ke daratan memang untuk bertelur. Biasanya dia berada di perairan.

"Biasanya penyu lekang membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk menyelesaikan proses bertelur dengan jumlah telur per sarang sekitar 109 butir. Selang waktu bertelur per musim sekitar 17-30 hari," ujarnya.

Beruntung, kali ini penyu lekang berhasil menelurkan 145 butir dalam satu sarang. Peristiwa ini pun menjadi perhatian KKP.

Menanggapi peristiwa langka ini, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL) Aryo Hanggono menjelaskan bahwa lokasi penyu bertelur tersebut termasuk dalam Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu yang dikelola oleh BKKPN Kupang.

"Saya instruksikan BKKPN Kupang untuk meningkatkan pemantauan dan pengawasan di lokasi peneluran. Sehingga telur penyu terlindungi, dari gangguan predator maupun dari pencurian," Aryo menegaskan.



Simak Video "Perjalanan dan Perjuangan Mantri BRI di Pulau Paling Selatan Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA