Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 29 Jul 2020 18:02 WIB

TRAVEL NEWS

Kerajaan Malaka: Raja, Masa Kejayaan, dan Penyebab Runtuhnya

Puti Yasmin
detikTravel
Kerajaan Malaka
Foto: istimewa/Kerajaan Malaka: Raja, Masa Kejayaan, dan Penyebab Runtuhnya
Jakarta -

Salah satu kerajaan Islam yang berkembang di kawasan Asia Tenggara adalah Malaka. Kesultanan ini diperkirakan berdiri pada 1470 Masehi dan terletak di Semenanjung Malaya.

Kerajaan Malaka menjadi salah satu kerajaan yang berkontribusi pada penyebaran agama Islam di Nusantara. Dalam perkembangannya, kerajaan ini juga berhubungan baik dengan kerajaan Demak.

Kerajaan MalakaKerajaan Malaka Foto: istimewa

Berikut sejarah kerajaan Malaka:

1. Letak Kerajaan Malaka

Kerajaan ini terletak di wilayah yang strategis karena dekat dengan jalur pelayaran dan perdagangan internasional. Ibu kota kerajaan ini berada di Melaka, yakni daerah yang dekat dengan Selat Malaka.

2. Raja Kerajaan Malaka

Pendiri kerajaan ini adalah Parameswara. Ia merupakan salah satu anak dari raja di Sriwijaya dan berhasil selamat saat ada serangan dari kerajaan Majapahit yang dikenal dengan nama Perang Paragreg.

Ia memimpin kerajaan sejak tahun 1403 hingga 1424. Ia baru memeluk agama Islam di pertengahan masa pemerintahannya, yakni di tahun 1414 dan berganti nama menjadi nama Iskandar Syah.

Keputusannya memeluk Islam tak lepas dari pengaruh para pedagang Islam. Diketahui, Malaka merupakan pusat perdagangan besar yang banyak dikunjungi para pedagang Islam.

Setelah Muhammad Iskandar Syah, kepemimpinan kerajaan Malaka dipegang oleh anaknya, yakni Sultan Muhammad Syah di tahun 1424-1444. Di masa kepemimpinannya, wilayah kerajaan diperluas ke seluruh Semenanjung Malaka.

Setelah itu, ia digantikan oleh saudaranya Sultan Muzaffar Syah dari tahun 1444 hingga 1459 dengan cara dikudeta pemerintahan. Selanjutnya, pemerintahan dipegang oleh Sultan Mansur Syah di tahun 1459-1477, Sultan Alauddin Syah pada 1477 hingga 1488, dan terakhir Sultan Mahmud Syah 14488 hingga 1528.

3. Kehidupan Politik dan Sosial Kerajaan Malaka

Sistem pemerintahan yang dianut adalah kerajaan. Mereka mewariskan tahta kepada penerus putra mahkota dari era Muhammad Iskandar Syah hingga Sultan Mahmud Syah.

Untuk kehidupan sosial, walaupun memiliki tanah yang tidak subur, masyarakat kerajaan Malaka sangat pintar dalam berdagang. Malaka akhirnya berhasil menjadi pusat perdagangan yang menyatukan wilayah Barat dan Timur.

Berdasarkan berita dari pedagang China, Ma Huan kegiatan perdagangan di Malaka dilakukan di atas jembatan yang membentang di atas sungai. Para penjual dan pembeli pun berasal dari berbagai daerah.

Selain itu, kekayaan alam Malaka berasal dari timah dan berhasil diekspor ke berbagai negara. Berkat itu juga, Malaka bisa mengalahkan kemajuan kerajaan Samudera Pasai.

4. Masa Kejayaan Kerajaan Malaka

Kejayaan kerajaan diperoleh di masa kepemimpinan Sultan Mudzafar Syah. Ia berhasil menjadikan Malaka sebagai pusat perdagangan antara Timur dan Barat.

Bahkan, Malaka berhasil membuat kerajaan SIam bertekuk lutut. Malaka juga berhasil memperluas wilayahnya hingga ke Pahang, Kampar, dan Indragiri. Kemudian, kejayaan terus dirasakan di masa kepemimpinan Sultan Mansyur Syah.

Di masa kepemimpinan Sultan Mansyur Syah, hidup seorang laksamana bernama Hang Tuah yang berjasa besar dalam melakukan ekspansi wilayah.

5. Penyebab Keruntuhan Kerajaan Malaka

Keruntuhan Kerajaan Malaka mulai dirasakan di era Sultan Alaudin Syah dan Sultan Mahmud Syah. Di masa ini, wilayah yang dikuasai Malaka perlahan-lahan dilepas hingga akhirnya Malaka berhadapan dengan Portugis.

Perebutan kekuasaan oleh Portugis dipimpin oleh Alfonso D'albuquerque. Perlawanan kerajaan Malaka pun gagal hingga akhirnya wilayah tersebut dikuasai oleh Portugis.



Simak Video "Antusiasme 12 Asdos Bareng Maudy Ayunda di d'Youthizen"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA