Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 17 Okt 2020 22:01 WIB

TRAVEL NEWS

Kasus Corona Meningkat, Inggris Lakukan Lockdown Wilayah

Bonauli
detikTravel
Big ben and red phone cabine in London
Ilustrasi Inggris (Getty Images/iStockphoto/deyangeorgiev)
London -

Inggris memutuskan untuk melakukan lockdown wilayah. Wisatawan harus tahu nih, area mana saja yang memiliki kasus infeksi tinggi sampai rendah.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengumumkan bawah sistem peringatan tingkat 3 atau zonasi yang diberlakukan di Inggris mulai Rabu (14/10/2010) seperti dikutip dari dari media internasional Travel Off Path.

Lockdown wilayah itu berupa pembatasan pergerakan sosial, penutupan bar dan pertemuan. Ada tiga kriteria wilayah yang diberlakukan, zona risiko sangat tinggi, tinggi, dan medium.

Zona risiko sangat tinggi adalah Liverpool. Semua bar dan pub di Liverpool akan ditutup. Warga maupun wisatawan tidak diperbolehkan untuk mengadakan pertemuan di area indoor dan outdoor. Penduduk juga dilarang untuk tidak bepergian ke daerah yang terinfeksi.

Kemudian, ada zona risiko tinggi, yaitu: Cheshire, Greater Manchester, Warrington, Derbyshire, Lancashire, West Yorkshire, South Yorkshire, North East, Tees Valley, West Midlands, Leicester, dan Nottingham.

Di area itu warga dilarang untuk melakukan acara kumpul indoor. Pertemuan sosial di dalam rumah akan dilarang. Jika ingin melakukan pertemuan outdoor, batasnya hanya sampai enam orang.

Untuk zona resiko medium adalah seluruh negeri. Jam malam akan diberlakukan mulai pukul 22.00 waktu setempat untuk semua restoran dan bar. Warga setempat diminta untuk membatasi pertemuan dengan maksimal enam orang. Jaga jarak harus tetap dilakukan dan mengenakan masker di dalam ruangan.

"Wisatawan harus menyadari bahwa sistem peringatan 3 tingkat ini dapat diperbarui kapan sana. Pembatasan dapat diberlakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya tergantung tingkat infeksi Covid-19," ujarnya.

Johnson menambahkan bahwa dirinya tidak senang dalam mengumumkan langkah-langkah lockdown ini. Tapi, tindakan penyelamatan nyawa tetap harus dilakukan.

Sebelumnya Pemerintah Inggris sudah lebih dulu memberlakukan pembatasan baru untuk menekan angka penyebaran infeksi. Protokol kesehatan seperti masker, jaga jarak, pertemuan maksimal 6 orang dan WFH sudah dijalankan.

"Kita harus mengandalkan kesediaan kita untuk saling menjaga dan melindungi satu sama lain," kata dia waktu itu.

Kini wisatawan di Inggris harus mengetahui beberapa peraturan yang bisa merugikan jika tidak dipatuhi. Traveler yang tidak memakai masker akan didenda sebesar 200 pound sterling atau dua kali lipatnya (setara dengan Rp 3,8 juta).

Di bawah protokol kesehatan, semua negara diizinkan untuk masuk ke Inggris dengan karantina 14 hari. Hingga kini Inggris telah mengkonfirmasi 689 ribu kasus dan 43 ribu kematian. Jumlah ini adalah yang terbesar sejak Maret lalu.

(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA