Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 11 Nov 2020 18:35 WIB

TRAVEL NEWS

Jubir Satgas COVID-19: Jamaah Umroh Tak Boleh Langsung Pulang ke Rumah

CLARIFIES THAT THE UMRAH PILGRIMAGE CAN BE UNDERTAKEN AT ANY TIME OF THE YEAR -- In this photo released by Saudi Ministry of Hajj and Umrah, Muslims practice social distancing while praying around the Kaaba, the cubic building at the Grand Mosque during the first day umrah pilgrimages were allowed to restart, in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia, Sunday, Oct. 4, 2020. The umrah pilgrimage, or smaller pilgrimage, can be undertaken at any time of the year. A very small, limited number of people donning the white terrycloth garment symbolic of the Muslim pilgrimage circled Islams holiest site in Mecca on Sunday after Saudi Arabia lifted coronavirus restrictions that had been in place for months. (Saudi Ministry of Hajj and Umrah via AP)
Ilustrasi umroh di Tanah Suci (AP Photo)
Jakarta -

Tak sedikit jamaah umroh dari Indonesia yang pergi ke Tanah Suci. Hanya setibanya di tanah air, mereka tak boleh langsung kembali ke rumah.

Kabar itu pun dijelaskan oleh Jubir Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, seperti dilihat detikTravel dari situs resmi Satgas COVID-19, Rabu (11/11/2020).

Diketahui, setiap jemaah yang tiba di Indonesia harus melakukan pemeriksaan COVID-19 terlebih dahulu. Hal ini merupakan langkah screening COVID-19 untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran virus dari orang yang telah bepergian ke luar negeri.

Sambil menunggu hasil pemeriksaan keluar, rencananya setiap jamaah akan dikarantina di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur dahulu sebelum diizinkan pulang.

"Apabila tes menunjukkan hasil tes yang positif (COVID-19), maka jemaah akan dirujuk ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan lebih lanjut. Bagi jemaah umroh dengan hasil tesnya yang negatif COVID-19, maka wajib menjalani isolasi di fasilitas kesehatan yang ditentukan pemerintah," ujar Prof Wiku.

Jamaah umroh Indonesia kloter perdana di tengah pandemiJamaah umroh Indonesia kloter perdana di tengah pandemi (Istimewa)

Wiku juga mengungkapkan, penyelenggaraan ibadah umroh untuk Warga Negara Indonesia harus merujuk Keputusan Menteri Agama No. 719 Tahun 2020. Regulasi ini sebagai pedoman dalam penyelenggaraan ibadah umroh di masa pandemi COVID-19 ini.

Regulasi tersebut mengatur penyelenggara perjalanan umrah agar memperhatikan mekanisme karantina dan calon jemaah. Jumlah kuota pemberangkatan jemaah juga harus diperhatikan serta memperhatikan pelaporan keberangkatan, kedatangan dan juga kepulangan calon jemaah.

"Regulasi ini juga disusun untuk memberikan perlindungan kepada jemaah umroh agar tidak terjadi penularan selama jemaah menjalani ibadah umroh. Jemaah wajib mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan selama berada di tanah suci," tambahnya.

Tak lupa juga Wiku selalu menyampaikan agar seluruh masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan 3M dengan baik dan benar, yaitu memakai masker, mencuci tangan hingga menjaga jarak dan menghindari kerumunan.



Simak Video "Satgas Angkat Bicara soal Tim RI yang Didepak dari All England 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
DRooftalk
×
Lebaran Dilarang Mudik
Lebaran Dilarang Mudik Selengkapnya