Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 13 Des 2020 11:23 WIB

TRAVEL NEWS

Kilas Sejarah Sorong, Kota Laut Dalam dan Bergelombang

Hari Suroto
detikTravel
Sorong dari pesawat
Kota Sorong (Foto: Elvina Herdiani/d'Traveler)
Jakarta -

Kota Sorong, Papua Barat menjadi pintu gerbang bagi traveler yang akan berwisata ke Raja Ampat. Dari Kota Sorong, perjalanan bisa melalui laut atau dengan pesawat terbang.

Jika traveler terbang dari Kota Sorong maka akan turun ke bandara di Waisai, ibu kota Raja Ampat.

Nama Sorong berasal dari kata soren. Kata ini berasal dari bahasa Biak yang berarti laut dalam dan bergelombang.

Memang perairan di sekitar Kota Sorong memiliki kondisi yang demikian.

Suku Biak pada zaman dulu menggunakan perahu untuk menjelajahi lautan dari Teluk Cenderawasih ke arah barat. Dari satu pulau ke pulau lain, hingga kemudian mereka tiba dan menetap di Raja Ampat.

Suku Biak ini dikenal sebagai penjelajah lautan yang ulung. Sehingga, mereka dikenal juga sebagai viking dari Papua.

Mereka menyebut Maladum atau Pulau Dum, sebuah pulau kecil di lepas Pantai Sorong dengan sebutan soren. Dalam perkembangannya kemudian, lama-kelamaan, soren diucapkan menjadi Sorong.

Tidak jauh dari Pulau Dum, terdapat pusat kuliner Tembok Berlin. Disebut Tembok Berlin karena dibangun tahun 1990-an, bersamaan dengan runtuhnya Tembok Berlin Jerman.

Namun saat ini, Tembok Berlin di Kota Sorong, nasibnya sama dengan saudaranya di Jerman. Bangunan ini dirobohkan untuk reklamasi pantai.

---

Artikel ini dibuat oleh Hari Suroto dari Balai Arkeologi Papua dan diubah seperlunya oleh redaksi.



Simak Video "Minta Keadilan, Edo Kondologit Beberkan Poin Tuntutan Terhadap Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA