Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 20 Des 2020 22:44 WIB

TRAVEL NEWS

Malaka yang Baru Berumur 7 tahun Itu Punya Wisata yang Potensial

Femi Diah
detikTravel
Selain Pos Lintas Batas Negara, Motamasin di Kabupaten Malaka juga memilik mercusuar. Mercusuar tersebut dikelola oleh Kementerian Perhubungan Laut.
Wisata di Pantai Wailulik memiliki mercusuar dan mara sungai yang masih menjadi habitat buaya. (Grandyos Zafna/detikFOTO)
Malaka -

Malaka memang kabupaten muda belia, baru tujuh tahun. Tapi, kabupaten yang berbatasan langsung dengan Timor Leste ini kaya akan wisata.

Malaka dibatasi garis pantai sejak pintu masuk hingga pintu keluar masuk WNI ke Timor Leste dan sebaliknya di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motamasin. Setidaknya ada delapan pantai yang terhubung namun memiliki view khasnya masing-masing.

Selain itu, di kawasan perbukitan terdapat Bukit Cinta dengan patung Yesus-nya. Saat kabut turun, area bukit ini cukup dramatis.

Warga Malaka juga masih menjaga tradisi dengan tetap membangun rumah adat untuk masing-masing suku. Budayanya pun tetap dilanjutkan, misalnya pembagian suku sesuai tugasnya untuk kerajaan Malaka, juga budaya menenun oleh perempuan Malaka.

"Malaka memiliki potensi besar untuk dikembangkan wisatanya. Wilayahnya yang tidak terlalu luas, akses jalan bagus, dan berada di pesisir dari pintu masuk perbatasan Kupang, Besikama (Malaka barat), Malaka tengah (Betun), sampai batas wilayah berupa pantai," kata Poulin Natalia Gella, Kepala Unit BRI Kobalima, dalam perbincangan dengan detikTravel dalam ekspedisi tapal batas detikcom yang didukung oleh BRI.

"Faktanya pada 2018, wisata pantai hidup, dengan pantai-pantai memiliki spot Instagramable dan akses jalan rabat sampai ke pantai, jadi sangat mudah menuju pantai," dia menambahkan.

"Tapi, kemudian malah tidak terawat. Fasilitas untuk wisatawan di pantai banyak yang terbengkalai bahkan rusak, kurang dijaga kurang dirawat," dia menjelaskan.

Paula, sapaan karib Poulin Natalia Gella, berharap pemerintah bisa lebih giat mempromosikan Malaka lewat wisata sekaligus membangun sarana dan prasarananya. Selain itu, menggandeng pemuda setempat untuk membangun wisata.

"Saya berharap semoga pemerintah ke depan bisa memperdayakan pemuda-pemuda di sekitar lokasi untuk memudahkan pengembangan wisata," kata Paula.

"UMKM juga berpotensi mendukung wisata pantai. Menurut saya karena tidak diberdayakan pada 2019, wisata sempat terbengkalai karena kurang dirawat, nasabah kita yang pada tahun sebelumnya membuka usaha di kawasan wisata pantai juga menjadi tidak rutin berjualan lagi," Paula menjelaskan.

"UMKM yang menjadi nasabah BRI itu termasuk pemuda-pemuda Malaka yang memuat usaha kerajinan dari bahan alam dan bahan daur ulang, juga makanan, namun kini terhenti," dia menambahkan.

Dari pengamatan detikTravel, Malaka juga menghasilkan cukup banyak hasil bumi yang berpotensi menjadi oleh-oleh khas bagi traveler. Oleh-oleh makanan bisa berupa mete dan keripik pisang. Selain itu, tenun ikat menjadi hasil khas perempuan-perempuan Malaka. Di samping itu, Malaka memiliki tuak khas, namanya sopi.

Selain wisata alam, Malaka memiliki cukup banyak rumah adat dengan cerita beragam.

Catatan lain soal wisata Malaka adalah ketersediaan BBM dari pom bensin resmi Pertamina. Di pom bensin Pertamina, pelayanan pertalite dan pertamax dibuka mulai pukul 08.00 namun sudah habis di pukul 10.00 WITA.

Hotel berbintang juga belum tersedia di Malaka. Traveler yang menginap di sini bisa menginap di sejumlah wisma yang ada.

***
detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan khususnya di masa pandemi. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus beritanya di tapalbatas.detik.com!



Simak Video "Buka Seminggu Sekali, Pedagang Sembako Untung Rp 3 Juta Sehari"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA