Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 09 Jan 2021 09:53 WIB

TRAVEL NEWS

PPKM Jawa-Bali, Pesanan Jet Pribadi Masih Laris ke Bali-Labuan Bajo

Angga Riza
detikTravel
Penggunaan pesawat jet pribadi cukup diminati di berbagai negara di dunia. Beginilah kemewahan pesawat jet pribadi umumnya digunakan oleh para pengusaha.
Ilustrasi jet pribadi. (Foto: Grandyos Zafna)
Denpasar -

Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) agaknya tak mempengaruhi permintaan jet pribadi. Bali dan Labuan Bajo masih digandrungi keluarga 'sultan'.

Pemerintah akan menerapkan PPKM di beberapa wilayah Jawa-Bali. Hal tersebut akan diberlakukan mulai tanggal 11 Januari 2021.

Dengan adanya pemberlakuan tersebut tidak berpengaruh pada permintaan jet pribadi. Menurutnya pembatasan jet pribadi ke Bali tidak terpengaruh, dan tetap akan naik.

"Sampai hari ini tetap stabil (permintaan jet pribadi), apalagi jelang hari raya imlek," kata Director PT Indojet Sarana Aviasi, Jumat (8/1/2021).

Dia menambahkan belum ada pembatalan dari klien akibat rencana pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Rute favorit selama Januari selama Januari hingga Februari 2021 adalah Jakarta - Bali dan Jakarta - Labuan Bajo.

"Bali masih jadi favorit, menyusul Labuan Bajo," ujar Stefanus.

Untuk bulan Januari saja terdapat 6-8 penerbangan jet pribadi, dibandingkan tahun sebelumnya pada kisaran 4-5 penerbangan. Untuk diketahui kisaran harga dalam satu penerbangan Rp. 280 - 370 juta, rute Jakarta - Bali atau Labuan Bajo.

Harga disesuaikan dengan model dan kapasitas pesawat. Kapasitas paling kecil 6 seat dan kapasitas terbesar 13 seat. Ada dua kategori client, yaitu kategori bisnis dan family trip.

"Kalau tahun kemarin (2020) dominan bisnis trip, kalau tahun ini family trip meningkat ya. Nyaris seimbang kedua kategori ini," papar Stefanus.

Masih tingginya permintaan jet pribadi dipengaruhi liburan serta keamanan dan kenyamanan yang didapat oleh penumpang. Terutama selama masa pandemi COVID-19.

"Pertama karena faktor ingin berlibur, dan yang paling utama masyarakat berduit masih enggan menggunakan moda transportasi umum," tambahnya.



Simak Video "Mau Melakukan Perjalanan? Simak Aturan PPKM Jawa-Bali "
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA