Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 26 Mar 2021 09:17 WIB

TRAVEL NEWS

Kembangkan Desa Agrowisata, Badan Otorita Labuan Bajo Belajar ke Magelang

Femi Diah
detikTravel
Salah satu tempat menarik untuk belajar tentang kopi adalah Kopi Malabar Indonesia di Desa Margamulya, Kabupaten Bandung. Pengunjung juga bisa menikmati agrowisata di sini.
Ilustrasi agrowisata kopi (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Labuan Bajo mengembangkan desa agrowisata. Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana Fatina mengajak lembaga terkait belajar ke Magelang.

Salah satu rencana pengembangan desa agrowisata di Labuan Bajo adalah soal kopi. Itu meliputi peningkatan produktivitas olahan kopi, atraksi agrowisata, dan pengembangan desa wisata.

"Kami sedang mengembangkan desa agrowisata kopi di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur. BOPLBF bersinergi dengan pemerintah daerah, asosiasi petani kopi, dan para pemangku kepentingan di sektor agrowisata untuk menciptakan sumber daya andal," kata Shana melalui keterangan tertulis pada Jumat (26/3/2021).

Untuk mendongkrak kualitas SDM-nya, BOPLBF mengadakan benchmarking ke sejumlah kota di Pulau Jawa, di antaranya Magelang, Jawa Tengah. Sejumlah lembaga yang diajak untuk belajar ke Magelang di antaranya Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, Asosiasi Petani Kopi Jahe Manggarai (APEKAM), dan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG).

Shana bilang para peserta berkunjung ke MesaStila Resort yang berlokasi di kawasan kebun kopi seluas 22 hektare. MesaStila, yang kini dikenal sebagai kebun kopi Karangrejo, beroperasi sejak tahun 1920. Pemiliknya Gustav van Der Swaan, seorang Indonesia keturunan Belanda.

Di kebun kopi Karangrejo ditanami empat jenis kopi, yaitu robusta, arabika, liberica/exelsa, dan Jawa, yang dipanen setahun sekali.

Selain Magelang, para peserta juga akan mengunjungi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Banyuwangi (Jawa Timur), dan Jember (Jawa Timur).

"Kami melakukan benchmarking ke Magelang, Yogyakarta, Banyuwangi, dan Jember. Diharapkan kegiatan ini menjadi titik awal pengembangan desa wisata, khususnya agrowisata kopi sehingga nantinya akan tercipta pengembangan produk olahan kopi dan atraksi dari agrowisatanya," kata Shana.

Dikatakan, saat ini BOPLBF sedang mempersiapkan pengembangan desa wisata di segementasi agrowisata kopi, di mana SDM yang ada dapat menjalankan fungsi koordinasi, pemasaran, promosi, dan pengaturan harga, dan penyediaan informasi.

"Operasionalnya, kami serahkan kepada masyarakat setempat," kata Shana.

Ia berharap melalui program benchmarking, para peserta dapat menimba ilmu sebanyak-banyaknya dan menerapkannya di desa wisata masing-masing.

"Kita sama-sama belajar, baik melalui pemaparan maupun diskusi. Kami berharap materi yang telah disajikan dapat menjadi ilmu pengetahuan yang berharga untuk diterapkan dalam mengembangkan agrowisata kopi di Labuan Bajo, Flores," kata Shana.



Simak Video "Kunjungan ke Labuan Bajo Naik 30% dari Tahun 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA