Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 29 Mar 2021 19:35 WIB

TRAVEL NEWS

Mudik Lebaran Dilarang Pengaruhi Gairah Wisata, Apa Rencana Sandiaga?

Syanti Mustika
detikTravel
Komisi X DPR RI menggelar rapat Kerja (raker) dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, di ruang Komisi X Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/03/2021).
Menparekraf Sandiaga Uno (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah mengetok palu mengenai larangan mudik lebaran 2021 mulai dari tanggal 6-17 Mei. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (menparekraf) Sandiaga Uno meresponsnya.

Dalam Weekly Press Briefing Kemenparekraf, Senin (29/3/2021), Sandiaga Uno menyadari betul larangan mudik itu berimbas langsung kepada gairah wisata di Tanah Air. Tapi, dia mengutamakan langkah untuk memutus rantai penularan virus Corona.

"Kami, Kemenparekraf, mendukung keputusan pemerintah untuk melarang mudik 2021 dengan beberapa adaptasi. Intinya, pariwisata dan ekonomi kreatif akan memastikan secara tegas untuk menekan Covid 19 dan juga mendukung program vaksinasi, larangan mudik kita pastikan patuh dan adaptasi untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," ujar Sandiaga Uno di Gedung Sapta Pesona.

"Larangan ini guna mencegah penularan Covid-19 di tengah pergerakan orang dalam waktu bersamaan dan dalam jumlah yang banyak," dia menambahkan.

Sandiaga bakal ancang-ancang dengan situasi yang hampir sama dengan periode lebaran tahun lalu dan dampaknya kepada pariwisata.

"Jadi, ini langkah yang sangat antisipatif yang perlu kita sadari sebagai bentuk daripada program untuk menekan penularan virus Covid-19 dan penerapan larangan mudik akan memberikan dampak pada pariwisata. Karena, biasanya mudik dibarengi dengan wisata-wisata di destinasi yang dekat atau dalam satu arah dengan tujuan mudik," kata Sandiaga.

"Ini adalah momen terbesar sektor pariwisata untuk mendulang momentum. Tahun lalu kami juga melihat jumlah angka pariwisata yang berbasis lokal turun signifikan dan juga penjualan produk ekonomi kreatif," ujar Sandiaga.

"Sektor parekraf telah terpukul sejak tahun lalu. Perlu saya tekankan bahwa kondisi penanganan Covid di destinasi mutlak sebagai syarat bangkit sektor parekraf. Dengan adanya larangan mudik ini kita harapkan bahwa sinyal yang jelas dan tegas dari kami Kemenparekraf untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19," tuturnya.

Sandiaga Uno juga menekankan bahwa pemerintah akan terus mendorong para pelaku usaha tetap optimis di masa tak menentu ini.

"Pemerintah tetap mendorong pelaku usaha untuk optimistis karena ada langkah-langkah adaptasi yang kita lakukan dalam mempercepat vaksinasi. Kami sudah mendorong vaksinasi kepada pelaku ekraf tapi ini perlu dipercepat, guna terciptanya pemulihan sektor wisata," ujar Sandi.

Agar pariwisata tetap bisa hidup, Sandiaga menghimbau warga untuk melancong di dekat rumah. Selain itu, traveler diminta untuk selektif memilih objek wisata yang memperhatikan protokol kesehatan dengan ketat.

"Dan himbauan pada masyarakat agar tetap mendukung sektor wisata dengan memilih destinasi yang jaraknya dekat dengan memperhatikan penerapan protokol kesehatan ketat dan harapan kita ini semua bisa konsisten," kata Sandiaga.

"Dan, segi ekonomi kreatif adanya adaptasi dengan menggunakan teknologi masyarakat didorong untuk silaturahim menggunakan produk ekraf. Alangkah baiknya produk ekraf anak bangsa didorong menjadi bagian dari acara yg berkaitan dengan mudik," ujar Sandiaga Uno.



Simak Video "Wisata RI Disanjung Forum Dunia, Sandiaga Sampaikan 2 Pesan Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA