Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 21 Apr 2021 19:44 WIB

TRAVEL NEWS

TMII Dikelola Negara, Pedagang: Kami Ingin Tetap Jualan di Sini

Putu Intan
detikTravel
Pedagang di TMII
Salah satu pedagang kaos di TMII. Foto: Putu Intan/detikcom
Jakarta -

Menanggapi pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang diambil alih negara, para pedagang di sana berharap dapat berjualan seperti biasanya. Mereka juga ingin TMII menjadi lebih baik.

Mulai April 2021, pengelolaan TMII berpindah dari Yayasan Harapan Kita ke negara. Ada masa transisi selama 3 bulan sebelum nantinya TMII dikendalikan nakhoda baru.

Pasca pengumuman itu, detikcom berkesempatan datang ke TMII untuk melihat kondisi terkininya. Tak ada perubahan berarti di sana. Pengunjung tetap bisa berwisata dan para pedagang juga aktif berjualan meski keadaannya sepi.

Para pedagang di TMII mengaku sudah mendengar soal pergantian pengelola ini. Mereka mengaku tak ambil pusing siapapun pengelola TMII. Hanya saja mereka berharap bahwa keputusan ini tak mengusik kegiatan berjualan yang mereka lakukan.

"Pengennya sih tetap di sini. Sudah betah. Tapi nunggu 3 bulan dulu ya. Saya sudah siap apapun yang terjadi," kata salah satu pedagang, Lani.

Sama seperti Lani, pedagang lainnya yakni Slamet juga berharap mereka tetap diizinkan berjualan di sana. Slamet mengatakan, ia dan para pemilik toko di TMII tertib membayar pajak sehingga jangan sampai mereka digusur begitu saja.

"Saya hanya berdoa mudah-mudahan lebih baik lah (pengelolaannya). Maaf saya tidak menuduh dari pihak yayasan atau pemerintah. Kalau saya lihat berita, katanya Taman Mini dikelola yayasan selama 40 tahun tidak membayar pajak. Tapi kalau saya berdagang di Taman Mini, itu semua membayar pajak. Di sini tidak ada yang gratis," kata dia.

Slamet mengaku setiap bulan harus membayar pajak dan uang keamanan serta kebersihan sebesar Rp 600 ribu. Uang itu selalu disetorkan kepada pihak TMII.

"Kita ini yang kecil sebagai penunjang lah. Istilahnya, pernak-perniknya jangan dihilangkan. Tolong diperhatikan dan dikasih saran yang baik supaya bisa saling mendukung ke depannya," ujar Slamet yang sudah mencari nafkah di TMII sejak tahun 1989 itu.

Sama seperti Slamet, pedagang lain yaitu Dede juga berharap dengan diambil alihnya TMII oleh negara, mereka akan mendapatkan bantuan dalam hal pengembangan usaha. Apalagi saat ini di masa pandemi COVID-19 mereka kesulitan menjual produk lantaran kunjungan wisatawan sedikit.

"Harapannya supaya ada masukan dari tim transisi, mungkin ada ide untuk membantu unit usaha di sini dan untuk wahana juga," ujarnya.

Dede juga berharap, nantinya para pedagang di TMII mendapatkan vaksin seperti karyawan TMII.

"Saya berharap nanti bisa dapat vaksin," katanya.

Saat ini pedagang di TMII mengalami penurunan omzet hingga terparah mencapai 99 persen. Selain itu banyak juga toko-toko yang memilih tutup lantaran sepi pengunjung.



Simak Video "TMII Tutup, Wisatawan Kecele dan Kecewa Tak Dapat Info"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA