Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 17 Mei 2021 16:42 WIB

TRAVEL NEWS

1.299 Wisawatan di Yogya Dihukum Satpol PP, Disuruh Pungut Sampah

Heri Susanto
detikTravel
Pengunjung memadati kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta, Kamis (11/3/2021). Libur Isra Miraj 2021 kawasan Malioboro yang merupakan destinasi wisata andalan di Yogyakarta padat pengunjung. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/rwa.
Foto: Ilustrasi Malioboro (Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko)
Yogyakarta -

Selama libur Lebaran, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY menemukan 1.299 pelanggaran protokol kesehatan (prokes). Mereka pun dihukum pungut sampah!

Para wisatawan itu melanggar prokes di 35 titik obyek wisata. Hukuman yang diberikan yaitu memungut sampah di sekitarnya.

Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad menjelaskan, pelanggaran paling banyak wisatawan mengabaikan penggunaan masker dan berkerumun.

"Selama empat hari sejak tanggal 13-16 Mei, di 37 titik obyek wisata mulai dari Pantai Wediombo sampai Pantai Glagah, Kulon Progo penuh. Kami menindak 1.299 pelanggar," kata Noviar saat dihubungi wartawan, Senin (17/5/2021).

Seluruh pelanggar ini, kata Noviar, mereka tindak untuk memungut sampah di lokasi tersebut selama 10 sampai 15 menit. Kemudian, mereka harus membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya.

"Kami sita KTP-nya dan kami minta mereka membersihkan sampah dan mendatangkan surat pernyataan tidak mengulangi," katanya.

Noviar mengatakan pengawasan obyek wisata dilakukan di tempat wisata di empat kabupaten. Sedangkan pengawas di Kota Yogyakarta dilakukan Satpol PP daerah setempat.

"Total pengunjung ada 117 ribu. Paling banyak tanggal 16 Mei. Kami menemukan banyak kerumunan. Dan itu sulit untuk diatur karena jumlah pengunjung banyak petugas di lapangan sedikit. Tidak sebanding jumlahnya," katanya.

Ia mengaku dengan jumlah pengunjung yang membeludak pada Sabtu (16/5), petugas kesulitan untuk mengurai. Akibatnya, kerumunan di beberapa pantai di DIY viral.

"Seharusnya di depan (pintu masuk) sudah dilarang. Kalau sudah 30 persen jangan diperbolehkan masuk. Tapi petugas dari Dinas Pariwisata, ada perbedaan persepsi," akunya.

Tak hanya jumlah kuota maksimal 30 persen yang tak diterapkan, lanjut Noviar, pengunjung luar DIY juga bisa leluasa masuk ke tempat wisata. Hal tersebut terjadi karena dari perbatasan sampai pintu masuk tempat wisata tidak menerapkan larangan wisatawan luar DIY. "Kenyataannya, mereka lolos bisa masuk ke dalam lokasi wisata. Ini yang kami sekalian," tegasnya.



Simak Video "Keseruan Beri Makan Gajah di Solo Zoo"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA