Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 20 Agu 2021 19:45 WIB

TRAVEL NEWS

Lepas Zona Merah, Pemprov Jabar Susun Strategi Relaksasi Pariwisata

Bendera raksasa di Bandung Barat.
Ilustrasi wisata Jabar (Whisnu Pradana/detikcom)
Bandung -

Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyusun strategi menyongsong relaksasi di sektor pariwisata. Di saat perpanjangan PPKM, pariwisata Jabar belum berjalan optimal.

"Salah satu fokus yang harus dilakukan adalah, ketika relaksasi untuk industri pariwisata dibuka sepenuhnya, para pelakunya sudah siap. Strategi ini sudah disusun dan berjalan. Apalagi ini sudah memasuki adaptasi era wajib vaksinasi juga kan," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar Dedi Taufik dalam keterangannya, Jumat (20/8/2021).

Dedi menuturkan ada lima hal yang jadi pilar pemulihan ekonomi di sektor pariwisata Jabar. Kelima pilar tersebut sudah masuk dalam strategi yang disusun oleh Pemprov Jabar.

Adapun kelima pilar tersebut, yang pertama memperkuat nilai budaya bersih sehat dan aman, membentuk SDM yang tidak rentan dengan krisis sekaligus menjalin kemitraan berbasis komunitas.

"Peningkatan infrastruktur destinasi wisata termasuk tata kelola dan manajemen kepariwisataannya, peningkatan daya saing dan ekosistem industri hingga penguatan pemasaran," kata Dedi.

Selain itu, Dedi juga menyebut ada empat hal yang mendorong pariwisata bisa bangkit, di antaranya peran pemerintah dalam peningkatan 3T, vaksinasi, stimulus bantuan, dan kebijakan antarnegara.

"Faktor lainnya adalah pemanfaatan teknologi, mengoptimalkan potensi lokal. Terakhir adalah memulihkan dan menjaga kepercayaan pasar dengan peningkatan kapasitas SDM, promosi untuk dalam negeri dan luar negeri, memperbaiki tata kelola dan vaksinasi para pegawai," tuturnya.

"Strategi tersebut diharapkan bisa memperbaiki industri pariwisata Jabar yang terdampak luar biasa tahun 2020 lalu. Saat itu, sedikitnya ada 2.768 usaha pariwisata dari mulai hotel, restoran, destinasi, ekonomi kreatif dan biro perjalanan yang terdampak," kata dia menambahkan.

Dedi menuturkan percepatan vaksinasi kepada pelaku pariwisata juga terus digenjot. Hingga saat ini, sudah ada 20.413 karyawan dari 335 perusahaan yang bergerak di industri pariwisata sudah divaksin.

"Sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability) dari Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) sudah didapatkan oleh sekitar 798 perusahaan atau pengelola industri pariwisata. Jumlah ini diharapkan terus bertambah," katanya.

Percepatan vaksinasi ini juga menjadi strategi agar sektor pariwisata kembali bergeliat. Vaksin on the spot, seperti di taman wisata atau mal terus dilakukan.

Disparbud juga masih mengawal program vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Kegiatan tersebut kali ini diadakan di Pusdikkav Padalarang dari 20-24 Agustus 2021.

Ada 6.000 kuota vaksin yang disiapkan bagi pelaku industri pariwisata Jabar, ekonomi kreatif dan masyarakat umum di sekitar lokasi.



Simak Video "Kawah Putih dan Glamping Lakeside Bersiap untuk Uji Coba Pembukaan"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA