Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 24 Agu 2021 09:40 WIB

TRAVEL NEWS

Negara Tanpa Bandara, Militer dan Utang sedang Berduka Hingga Ladang Opium Taliban

Tim
detikTravel
Bunga poppy, bahan baku opium yang banyak tumbuh di Afghanistan
Bunga Poppy di Afghanistan (Anne Chaon/AFP)
Jakarta -

Liechtenstein tengah berduka karena kepergian Putri Kerajaan. Sementara itu Taliban disorot karena aliran dana dari ladang opiumnya.

Dilansir dari AFP, putri kerajaan, Putri Marie meninggal dunia pada Sabtu (21/8) malam. Putri Marie adalah istri dari pemimpin Kerajaan Liechtenstein, Pangeran Hans-Adan II.

Meninggal dunia akibat serangan stroke Putri Marie sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun sayang, nyawanya tidak tertolong.

"Setelah menerima ritual perpisahan, Putri meninggal dengan tenang," demikian pernyataan kerajaan.

Tinggal di negara tajir tanpa utang, bukan berarti kehidupan Putri Marie selalu menyenangkan.

Bersama suami, Putri Marie memilih menjauh dari kehidupan publik di Liechtenstein.

Putri Marie lahir di Praha di tahun 1940. Putri Marie merupakan keturunan dari pasangan Count Ferdinand Carld Kinsky von Wchinits und Tetau dan Countess Henriette.

Keluarga Putri Marie sempat terusir pada tahun 1945 dari Chekoslovakia. Saat itu, mereka masih tinggal di sana. Putri Marie dan keluarga sempat tinggal di Jerman dalam masa eksil tersebut.

Pada tahun 1965, Putri Marie dan Pangeran Hans-Adam II bertunangan di Munich. Mereka menikah 2 tahun kemudian.

Pangeran Hans-Adam II menyerahkan urusan dalam negeri kepada anak tertuanya, Pangeran Alois. Negara kecil ini memiliki penduduk sekitar 40.000 jiwa.

Liechtenstein luasnya hanya 160 km persegi dengan letak geografis pegunungan. Negara ini juga disebut double landlocked alias terkunci ganda. Negara ini berbatasan langsung dengan Swiss dan Austria yang juga adalah landlocked alias berbatasan dengan negara lain.

Selain soal Liechtenstein yang menjadi berita terpopuler, ada juga soal Taliban kembali menguasai Afghanistan. Dari mana Taliban bisa mendapatkan uang sebelum menguasai Afghanistan?

Sejumlah badan intelijen asing memperkirakan bahwa Taliban memiliki sumber finansial mandiri. Sumber finansial ini menghasilkan uang USD 300 juta USD hingga USD 1,6 miliar per tahun atau sekitar Rp 4,3-23 triliun per tahun.

Aktivitas kriminal yang dimaksud adalah produksi opium, perdagangan dan penyelundupan narkoba, pemerasan, penculikan dan pembajakan. Namun yang paling mencolok adalah opium.

Berikut 10 berita terpopuler detikTravel Senin (24/8/2021):





Simak Video "Taliban Klaim Tangkap 600 Anggota Kelompok Ekstremis"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA