Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 26 Nov 2021 09:47 WIB

TRAVEL NEWS

Purworejo Uji Paket Wisata, dari Petik Buah sampai Gowes

Rinto Heksantoro
detikTravel
Uji paket Desa Wisata Ketawang, Kecamatan Grabag, Purworejo, Jawa Tengah
Dinparbu) Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan uji paket wisata sebagai bagian uji kesiapan terima wisatawan di Desa Wisata Ketawang. Rinto Heksantoro/detikcom)

Usai menanam, gowes dilanjutkan menuju spot edukasi gejuk lesung. Gejuk lesung sendiri dulunya merupakan alat penumbuk padi tradisional dan sudah tidak dipakai lagi lantaran sudah ada mesin giling padi yang lebih modern. Agar tidak punah, gejuk lesung tetap diuri-uri atau dijaga sebagai alat musik tradisional yang bisa jadi daya tarik wisata.

Pemain gejuk lesung biasanya terdiri dari lima ibu-ibu yang memukul lesung dengan menggunakan alu. Lesung terbuat dari kayu berbentuk seperti perahu berukuran kecil dengan panjang sekitar 2 meter, lebar 0,5 meter dan kedalaman sekitar 40 cm, sedangkan alu atau antan merupakan alat dari kayu berbentuk bulat panjang seperti tongkat sebagai pendamping lesung dalam proses pemisahan sekam dari beras.

Para pemain gejuk lesung memegang peran masing-masing dengan nama gendong, oprek kerep, oprek arang dan opit. Mereka memukul dengan ketukan yang berbeda sehingga menghasilkan suara yang dinamis sembari melantunkan tembang jawa.

Tak mau kalah, peserta kegiatan juga ikut belajar memukul gejuk lesung. Dari gejuk lesung, gowes berlanjut menuju tempat pembuatan gula kelapa dan makanan tradisional emping melinjo. Untuk melepas lelah sejenak, para peserta kemudian singgah sejenak ke homestay untuk menyantap makan siang dengan menu tradisional, sebelum akhirnya menuju kebun buah jambu kristal.

Jambu kristal merupakan salah satu produk andalan Desa Ketawang. Selain menikmati di kebun, pengunjung dipersilahkan memetik buah sendiri kemudian ditimbang untuk dibawa pulang. Dari kebun jambu kristal, gemuruh air ombak Pantai Ketawang pun sudah mulai terdengar seakan tak sabar memanggil pengunjung segera mendatangi pantai dengan ikon menara mercusuar ini.

"Dari sini (Balai Desa) naik sepeda terus mengunjungi pembibitan tanaman kemudian edukasi gejuk lesung yang merupakan ciri khas sini, edukasi pembuatan gula kelapa, pembuatan emping, petik jambu kristal khas desa ini, makanan-makanan khas juga disajikan termasuk wedang pasir dan lain-lain," dia menjelaskan.

Uji paket Desa Wisata Ketawang, Kecamatan Grabag, Purworejo, Jawa TengahUji paket Desa Wisata Ketawang, Kecamatan Grabag, Purworejo, Jawa Tengah Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

Uji paket wisata ini diharapkan bisa meyakinkan para wisatawan agar bisa mengunjungi Desa Ketawang. Desa-desa wisata yang lain pun diminta untuk mulai belajar membuat paket wisata yang menarik untuk menggaet wisatawan.

"Dengan adanya kegiatan ini tentunya wisatawan semakin yakin kalau datang ke Desa Ketawang mereka nggak akan kecewa dengan aktivitas dan atraksi yang ada. Desa wisata-desa wisata mulai belajar membuat paket wisata karena kita tidak lagi berorientasi pada destinasi tapi berorientasi pada aktivitas desa wisata, harapannya wisatawan bisa tinggal lebih lama di desa wisata kita, tidak hanya mampir satu jam dua jam sehingga bisa berinteraksi tujuannya mereka dapat kenangannya terus balik lagi," dia berharap.

Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Ketawang, Sugiyono, menuturkan pihaknya telah menyiapkan sedikitnya enam paket wisata. Dengan adanya kegiatan tersebut, ia berharap agar desanya bisa ramai dikunjungi wisatawan.

"Yang kita kembangkan adalah desa wisata, pantai sebagai bonusnya. Harapan dari kegiatan ini adalah multi efeknya, yaitu misal dari biro wisata atau orang lain yang melihat bisa berkunjung ke Desa Wisata dengan paket-paket wisata yang kita kemas. Kita ada enam paket, ada susur kali, panen padi, edukasi anak-anak, outbond dan lain-lain," tutur Sugiyono.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Ricuh! Saat Konvoi Gerakan Pemuda Ka'bah Ditilang Polisi dan Melawan"
[Gambas:Video 20detik]

(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA