Dugong Resmi Punah di China

Putu Intan - detikTravel
Rabu, 24 Agu 2022 20:41 WIB
Dugong. Foto: Dok. NAM Air
Jakarta -

Kabar buruk datang dari China. Dugong dinyatakan sudah punah di sana.

Menurut laporan BBC, Rabu (21/8/2022) para peneliti telah mengumumkan kepunahan satwa tersebut. Sebagaimana diketahui dugong merupakan satwa yang mengilhami kisah legenda putri duyung and sirene.

Berdasarkan hasil survei selama 5 tahun terakhir, hanya 3 orang dari komunitas pesisir di China yang melihat dugong. Kepunahan dugong dikaitkan dengan perilaku satwa tersebut yang cenderung lambat dan santai. Ini membuatnya rentan terhadap penangkapan ikan dan kecelakaan pelayaran.

Tak cuma dugong di China, peneliti mengatakan ancaman serupa juga mengintai dugong-dugong di tempat lain. Sementara itu, Prof Samuel Turvey dari Zoological Society of London (ZSL) mengatakan hilangnya dugong di China sebagai kerugian yang akan menghancurkan.

Para ilmuwan di ZSL dan Chinese Academy of Science juga sudah meninjau semua data sejarah di mana dugong sebelumnya ditemukan di China. Data menunjukkan, tidak ada penampakan yang diverifikasi oleh para ilmuwan sejak tahun 2000.

Para ahli juga melakukan wawancara pada 788 warga yang tinggal di wilayah pesisir yang diidentifikasi sebagai tempat tinggal dugong. Mereka ingin tahu kapan tepatnya dugong terakhir kali terlihat.

Rata-rata warga melaporkan sudah tidak pernah melihat dugong selama 23 tahun. Hanya tiga orang yang melihat satu dalam 5 tahun terakhir.

Itulah yang membuat para peneliti menyatakan dugong sudah punah secara fungsional. "Ini artinya tidak lagi layak untuk menopang dirinya sendiri," kata peneliti ZSL, Heidi Ma.

Dugong merupakan satwa yang unik. Ia memiliki berat hampir setengah ton. Dugong juga satu-satunya mamalia laut yang vegetarian.

Seperti telah diulas di atas, dugong memiliki sifat yang lembut dan tampak jinak. Sifat inilah yang mengilhami munculnya kisah pelaut kuno tentang putri duyung.

Dugong. Foto: Wikipedia

Dugong sendiri sering diburu sejak abad ke-20. Banyak yang mengincar satwa ini untuk diambil kulit, tulang, dan dagingnya.

Selain itu, rusaknya habitat dugong juga memicu lenyapnya satwa ini di China. Dugong hidup di padang lamun sebagai pakan mereka.

Program Lingkungan PBB memperkirakan 7% habitat lamun hilang secara global setiap tahun karena polusi industri dan pertanian, pembangunan pesisir, penangkapan ikan yang tidak diatur, dan perubahan iklim.

Prof Turvey mengatakan kepunahannya di China harus menjadi peringatan bagi daerah lain termasuk Australia dan Afrika Timur.

"Ini menjadi pengingat serius bahwa kepunahan dapat terjadi sebelum tindakan konservasi yang efektif dikembangkan," kata dia.

Dugong dapat ditemukan di 37 wilayah tropis di dunia. Khususnya di perairan dangkal di Samudra Hindia dan Pasifik bagian barat. Saat ini dugong secara internasional masuk dalam daftar merah yang terancam punah oleh Union for the Conservation of Nature (IUCN).



Simak Video "Dugong Jadi Mamalia Besar Pertama yang Punah di China"

(pin/fem)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork