Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 10 Sep 2022 13:40 WIB

TRAVEL NEWS

Petisi di Tengah Menggelegarnya Musik-musik Bar di Canggu

Syanti Mustika
detikTravel
Ilustrasi Wisata Bali
Ilustrasi turis di Bali (Shutterstock)
Jakarta -

Sebuah petisi membahas polusi suara yang dirasakan oleh warga, turis dan pekerja Canggu, Bali. Mereka tersiksa dengan musik kencang dari bar dan beach club.

Dalam situs change.org terdapat sebuah petisi berjudul 'Basmi Polusi Suara di Canggu'. Petisi atau surat terbuka ini pun ditujukan kepada Presiden Jokowi, Menaprekraf Sandiaga Uno, Gubernur Bali hingga para pemegang kepentingan dan tokoh adat Bali.

Dilihat detikcom dalam situsnyya, Sabtu (10/9/2022) pembuat petisi ini bernama P Dian. Dia menjelaskan dalam petiinya bahwa mereka terganggu dengan suara-suara menggelegar yang berasal dari bar dan beach club di Canggu.

"Suara menggelegar dari bar-bar terbuka baik di Batu Bolong maupun di Brawa, bersebelahan dengan pura-pura suci Bali, sebegitu kerasnya sehingga membuat kaca-kaca jendela dan pintu bergetar. Lebih parah daripada gempa bumi. Dan gangguan suara ini, berlangsung hampir setiap malam, hingga jam 1, jam 2, jam 3, bahkan kadang jam 4 pagi," tulisnya.

Dia juga menambahkan bahwa bar-bar ini telah mendapat teguran dari Satpol PP, namun tidak dihiraukan oleh pengelola dan malah menjadi-jadi.

"Keributan-keributan ini telah menimbulkan penderitaan terhadap ribuan orang baik penduduk Bali, ekspat maupun wisatawan mancanegara maupun domestik yang langsung angkat kaki meninggalkan Canggu maupun Bali sambil bersumpah tidak akan pernah kembali ke Bali lagi. Setelah 3 tahun mereka tidak pergi berlibur, mereka menemukan pulau Bali yang dijanjikan sedamai dan seindah surga, ternyata adalah tempat yang sangat gaduh hiruk pikuk oleh suara menggelegar loud speaker bar-bar, sepeda motor dan wisatawan mabuk-mabukan," lanjutnya.


Selanjunya Dian juga menjelaskan bahwa bar-bar bersebelahan dengan tempat ibadah atau pura-pura, salah satunya Pura Kahyangan. Pura yang merupakan tempat suci ternoda olah aksi senonoh di sekitar bar seperti dari mabuk-mabukan, seks, kencing di area pura dan lain sebagainya yang mungkin lebih buruk lagi.

"...Tidak jarang jam 3 pagi terjadi perkelahian dan juga kebut-kebutan pengendara sepeda motor yang sudah mabuk, yang berakhir dengan kecelakaan fatal. Selain itu, beberapa bar-bar yang berdiri di daerah pantai ini juga menimbulkan masalah lingkungan karena terlalu dekat dengan laut," lanjutnya.

Petisi ini pun menuliskan harapan untuk pemerintah supaya memperketat aturan dan memberikan sanksi yang berat.

"Dengan ini, kami mohon dengan sangat kepada pemerintah untuk segera ditetapkannya peraturan ketat dengan sanksi resmi dan berat, dengan dipantau secara ketat oleh Satpol PP. Kami tidak lagi bisa berdiam diri, karena pulau Bali kita yang indah masih bisa kita selamatkan bersama. Kebudayaan kami yang begitu sakral dilenyapkan oleh pelaku-pelaku hura-hura demi bisnis uang mereka pribadi semata-mata dengan mengorbankan kepentingan ribuan orang lain dan 'basic human rights' kebanyakan orang untuk beristirahat," tambahnya.

Terakhir dalam pantauan detikcom, petisi ini telah ditandatangani oleh 6.674 orang.

Bagaimana menurut traveler?



Simak Video "Canggu Primadona Baru Pergaulan di Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA