Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 04 Nov 2022 08:41 WIB

TRAVEL NEWS

Cidomo dan Gili Trawangan, Ikon yang Bertahan Melawan Zaman

Ahmad Viqi
detikTravel
Nurtimah (52) kusir cidomo (andong) di Gili Trawangan Lombok Utara, NTB
Foto: Cidomo, ikonnya Gili Trawangan (Ahmad Viqi/detikcom)
Gili Trawangan -

Gili Trawangan dikenal sebagai pulau tanpa kendaraan bermotor. Selain sepeda, moda transportasi di sana adalah Cidomo. Mari kenalan dengan ikonnya Gili Trawangan.

Cidomo atau andong adalah moda transportasi yang populer di Gili Trawangan. Keberadaan Cidomo di pulau ini sudah ada sejak lama, sekitar tahun 80-an.

Nurtimah (52) sudah lebih dari 4 dekade bekerja sebagai kusir cidomo di Gili Trawangan. Pria yang memiliki 7 orang anak ini sudah menjadi kusir cidomo sejak tahun 1980 di Gili Trawangan.

Menawarkan jasanya kepada wisatawan untuk naik cidomo (andong) yang bertenaga kuda membutuhkan seni dan taktik tersendiri. Bukan hanya itu, menawarkan tamu khusus bagi wisatawan negara asing (WNA) untuk naik cidomo di Gili Trawangan harus bisa menguasai bahasa Inggris bahkan bahasa asing lainnya.

"Harus bisa bahasa asing. Kalau tidak kan mereka tidak paham dengan apa yang kita tawarkan. Ya minimal bisa bahasa Inggris," kata Nurtimah, warga asli Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.

Kata Nurtimah, tahun-tahun 1990-an itu banyak tamu yang sudah naik cidomo miliknya. Namun makin ke sini, jumlah penumpangnya menurun drastis alias sepi.

"Dulu saya ingat tahun 2000-an Gili lagi ramai-ramainya. Sehari narik cidomo itu bisa dapat Rp 1 juta. Sekarang setelah gempa 2018 Gili Trawangan mulai sepi," kata Nurtimah.

Menurutnya, menjadi kusir cidomo di Gili Trawangan adalah pekerjaan satu-satunya yang dilakoni Nurtimah. Bahkan sejak pandemi COVID-19 melanda Lombok tahun 2020, Nurtimah hanya bertahan hidup dari hasil melaut menangkap ikan.

"Saya punya perahu. Jadi pas pandemi itu saya cari ikan di perairan Gili. Karena pas itu kan Gili ini seperti kota mati," cerita Nurtimah.

Selanjutnya -->> Tarif Cidomo Mengalami Kenaikan

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA