Ketika sedang traveling, jangan sampai kita menimbulkan masalah di tempat wisata. Jadilah traveler yang bertanggung jawab dan tahu bersikap.
Cukuplah aneka kisah turis nakal menjadi pembelajaran untuk kita agar tidak melakukan hal serupa. Dihimpun detikTravel, Jumat (12/3/2015) inilah 5 hal yang harus diingat agar tidak menjadi turis nakal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Traveling artinya bepergian ke tempat asing, destinasi baru, lokasi yang asing. Kita tidak tahu bagaimana penerimaan orang lokal, bagaimana mereka memandang wisatawan.
Oleh karena itu sudah sewajarnya kita menjaga sikap. Traveling memang membuat kita euforia, namun itu ada batasnya.
Ada waktunya Anda bisa melupakan kegembiraan. Tapi gembira bukan artinya berbuat seenak hati bukan?
2. Tahu aturan
Berkunjung ke destinasi wisata, pasti ada aturan dari pihak pengelola. Datang ke suatu masyarakat, ada juga aturan adat, norma dan kebiasaan.
Oleh karena itu, kita harus tahu aturan. Jangan melanggar aturan yang ada.
Bukan hanya sanksi adat, sanksi pidana bisa mengancam wisatawan yang melanggar aturan. Banyak aksi turis nakal berujung ke pengadilan.
3. βJangan iseng
Nah, inilah asal muasalnya turis nakal: sifat iseng. Iseng buang sampah, iseng corat-coret, iseng memindahkan barang atau artefak, iseng memanjat di tempat wisata, iseng berbuat mesum dan iseng lainnyaβ.
Nikmatilah objek wisata dengan wajar. Kita bisa kok bergembira ria dan mendapatkan pengalaman seru tanpa harus berbuat isengβ.
4. Respek
Sikap respek harus dimiliki setiap traveler. Respek terhadap traveler lain, terhadap masyarakat sekitar dan juga respek terhadap destinasi wisata perlu dilakukan oleh traveler.
Sikap respek akan mencegah kita dari perbuatan yang tidak diinginkan. Ketika kita respek, orang pun akan menaruh hormat pada diri kita.
5. Bertanggung jawab
Sekarang marak kampanye responsible traveler, traveler yang bertanggung jawab. Itulah sikap yang harus dimiliki setiap wisatawan.
Sikap tanggung jawab adalah gabungan dari βsemua hal yang dijabarkan sebelumnya. Wisatawan bukanlah sekumpulan manusia liar yang tidak tahu aturan.
Justru, wisatawan adalah orang-orang yang berwisata namun tentu dia membawa manfaat untuk tempat yang didatangi, bukan meninggalkan masalah. Traveler punya prinsip internasional lho: Tidak mengambil apapun kecuali foto, tidak membunuh kecuali waktu, tidak meninggalkan apapun kecuali jejak kaki.
(fay/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru