Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 15 Jan 2022 16:11 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kampung Adat Ciptagelar, Dekat dari Jakarta tapi Begitu Terpencil

Kampung Adat Ciptagelar
Kampung Adat Ciptagelar (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
Sukabumi -

Destinasi Kampung Adat Ciptagelar, Sukabumi bisa dibilang masih dekat dengan Jakarta. Namun, perlu perjuangan ekstra untuk sampai di sana.

Dari jalan biasa, mulai dari Kampung Adat Sinaresmi, butuh waktu hingga 1,5 jam perjalanan lagi untuk sampai ke Kampung Adat Ciptagelar. Jalan yang dilalui sangat buruk hingga bisa dibilang off road.

Sedang, lama perjalanan dari Jakarta ke Kampung Adat Sinaresmi butuh waktu hingga 5 jam. Itu pun jika lalu lintas jalan non tol ke Palabuhanratu dalam keadaan lancar.

Kami kira, perjalanan dari Kampung Adat Sinaresmi sampai ke Ciptagelar bisa dilewati dengan menggunakan mobil MPV biasa. Perkiraan kami salah karena baru masuk 200 meter pertama kami harus balik kanan, medannya sudah terlalu berat.

Bahkan, beberapa waktu lalu, ada mobil SUV berpenggerak empat roda atau 4X4 terguling dalam perjalanan ke Kampung Adat Ciptagelar. Alasan utamanya adalah pengemudi yang tidak mengenal medan dan kurang piawai.

Jalan ke Kampung Adat CiptagelarJalan ke Kampung Adat Ciptagelar (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

Akhirnya kami mencari ojek seadanya dan bertemu warga Kampung Adat Sinaresmi. Setelah nego harga yang mencapai ratusan ribu kami diantar ke Ciptagelar.

Kami naik motor biasa ke Kampung Adat Ciptagelar. Benar saja, medannya tambah berat dan tak mungkin bisa dilewati oleh mobil MPV biasa yang dikemudikan oleh orang baru.

Medannya hanyalah tumpukan batu. Beruntung kami ke Kampung Adat Ciptagelar di saat cuaca cerah karena saat hujan akan sangat sulit melewatinya meski menggunakan motor trail.

Jalan ke Kampung Adat CiptagelarPemandangan sepanjang jalan ke Kampung Adat Ciptagelar (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

Medan jalan berbatu yang ditumpuk dan disusun rapi itu sebenarnya bekas aspal. Namun lapisan aspal di atasnya sudah mengelupas tergerus hujan.

Jalan ke Kampung Adat Ciptagelar tidak dilengkapi saluran air atau selokan. Jadi, di saat hujan air mengalir di jalan dan merusak aspalnya.

Selama perjalanan, kami harus betul-betul berpegangan dan menjaga keseimbangan tubuh agar tidak memberatkan si ojek yang berefek pada sakit badan di kemudian hari. Lebih dari itu, jalanan ini juga bisa membuat Anda terpental saat tuas gas diputar.

Jalan ke Kampung Adat CiptagelarJalan ke Kampung Adat Ciptagelar (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

Lebih dari satu jam berlalu, tibalah kami di Kampung Adat Ciptagelar. Kampung ini ada di dataran tinggi, dari gadget kami menunjukkan ketinggiannya sekitar 1.133 MDPL.

Jadi, selama perjalanan ke Kampung Adat Ciptagelar, traveler akan disambut luasnya cakrawala perbukitan. Perjalanan ke destinasi ini mengingatkan kami akan lanskap dan jalan ke Pegunungan Arfak, Papua Barat.

Kampung Adat Ciptagelar sendiri berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Lokasinya persis di perbatasan Banten.

Cerita Kampung Adat Ciptagelar-Sinaresmi memang menarik untuk diulik. Adatnya, terutama mengenai padi hingga menjadi nasi akan kami ulas di artikel selanjutnya.



Simak Video "Melihat Cara Kampung Adat Ciptagelar Pertahankan Tradisi"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA