Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 15 Feb 2019 13:30 WIB

TRAVEL NEWS

Masyarakat Desa Komodo Tolak Penutupan Taman Nasional Komodo

Afif Farhan
detikTravel
Musyawarah masyarakat Desa Komodo (dok Istimewa)
Musyawarah masyarakat Desa Komodo (dok Istimewa)
Komodo - Wacana penutupan Taman Nasional (TN) Komodo di NTT terus jadi perdebatan. Kini, masyarakat di Desa Komodo yang angkat suara dan tegas menolak penutupan.

Tahukah kamu, Pulau Komodo di dalam Taman Nasional Komodo juga dihuni oleh manusia. Sekitar sebanyak 2.000-an orang, bermukim di Desa Komodo jauh sebelum pulaunya ditetapkan sebagai kawasan taman nasional.

BACA JUGA: Wacana Penutupan TN Komodo, Menteri Pariwisata: Tidak Relevan

Wacana penutupan TN Komodo awalnya diutarakan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. Setelah menjadi perdebatan dan keresahan wisatawan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) turun tangan.

Kabar terkini, sudah dibentuk tim terpadu untuk melihat kondisi Komodo di lapangan. Tim terpadu tersebut akan membuat laporan kembali pada Menteri KLHK Siti Nurbaya pada bulan Juli 2019 mendatang.

BACA JUGA: Apabila Jadi, Pulau Komodo Ditutup Mulai Januari 2020

Meski begitu, rupanya wacana penutupan TN Komodo di Labuan Bajo, NTT tetap memanas. Masih muncul kekhawatiran dari masyarakat setempat, sebabnya kalau taman nasional ditutup maka pariwisata akan redup. Pendapatan masyarakat pun diyakini akan menurun drastis.

TN Komodo sudah jadi destinasi wisata yang mendunia (Afif Farhan/detikTravel)TN Komodo sudah jadi destinasi wisata yang mendunia (Afif Farhan/detikTravel)


Masyarakat di Desa Komodo, Pulau Komodo mengambil langkah. Kamis (14/2/2019) kemarin, digelar musyawarah masyarakat Desa Komodo terkait wacana penutupan TN Komodo. Hasilnya satu suara, tegas menolak wacana tersebut.

"Kami semua satu suara menolak penutupan TN Komodo. Karena, kami masyarakat di sini sudah hidup dari pariwisata," kata Akbar Safar, salah satu tokoh masyarakat setempat.

BACA JUGA: Orang Labuan Bajo Menolak Rencana Penutupan Taman Nasional Komodo

Akbar menambahkan, masyarakat di Desa Komodo menggantungkan hidupnya sebagai penjaja suvenir, pemahat patung komodo, guide wisata dan menyewakan kapal untuk wisatawan. Bahkan, kebanyakan yang bekerja di bidang pariwisata.

"Hanya 10 persen yang menjadi nelayan, itu pun hasil tangkapannya musiman. Jika taman nasional ditutup, kami di sini akan 'mati'," tegasnya.

Suasana musyawarah masyarakat Desa Komodo (dok Istimewa)Suasana musyawarah masyarakat Desa Komodo (dok Istimewa)


Musyawarah masyarakat Desa Komodo dihadiri oleh pejabat-pejabat desa, pelaku wisata, tokoh masyarakat dan pemuka agama. Nantinya, hasil musyawarah akan disampaikan ke pihak Balai TN Komodo dan Pemprov NTT.

"Kami tidak pernah punya masalah dengan kehidupan komodo. Kehidupan di sini sangat baik, mengapa sampai harus ditutup?" pungkas Akbar. (aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED