Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 15 Agu 2022 20:35 WIB

TRAVEL NEWS

Kemenlu Bantu Visa Jerman Delegasi Indonesia, WNI Biasa Bagaimana?

Yasmin Nurfadila
detikTravel
Menparekraf Sandiaga Uno
Menparekraf Sandiaga Uno. Foto: Yasmin Nurfadila/detikcom
Jakarta -

Paspor Indonesia tanpa kolom tanda tangan bikin WNI tak dapat urus visa ke Jerman. Ini juga sempat hambat delegasi Indonesia untuk Gamescom di Jerman.

Beberapa waktu lalu media sosial ramai oleh keluhan warganet Indonesia yang tidak bisa membuat visa di Kedutaan Besar Jerman akibat blangko paspor yang tidak disertai kolom tanda tangan.

Isu ini pun muncul dalam pertemuan mingguan (Weekly Press Briefing) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bersama Menparekraf Sandiaga Uno pada Senin (15/8/2022).

Pada pertemuan ini, Sandiaga tak hanya membahas mengenai isu-isu pariwisata strategis, tetapi juga pameran industri game Gamescom 2022 yang akan diadakan di Jerman.

Untuk event Gamescom, Indonesia akan mengirimkan 13 delegasi yang berasal dari para pelaku industri games. Sayangnya, 7 delegasi menjadi korban penolakan visa karena permasalahan paspor tak bertanda tangan.

"Sementara memang 7 masih ditolak. Jadi kita proses ulang, kita masih memantau terus, kita sudah mengirimkan surat ke Kemenlu untuk dibantu," kata Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Yuana Rochma Astuti.

Selain meminta bantuan Kementerian Luar Negeri, permasalahan visa para delegasi juga dibantu oleh KBRI terkait.

"Tentunya ini kewenangan dari Ditjen Imigrasi dan kami sudah menyampaikan dan berkoordinasi mengenai kondisi yang terjadi terkait kebetulan dengan delegasi industri yang akan hadir di Jerman, kami juga dibantu oleh KBRI dalam hal ini," kata Plt. Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Ni Wayan Giri Adnyani.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Sandiaga Uno. Ia menyatakan bahwa para delegasi yang terlibat akan didukung dan difasilitasi agar dapat berangkat.

"Kalau kita lihat sebagai para delegasi yang akan berangkat ini kita akan pastikan terfasilitasi supaya tidak ditolak kunjungannya oleh Pemerintah Jerman," kata Sandiaga.

Jika delegasi resmi saja mengalami hambatan yang sama dan memerlukan bantuan berbagai pihak terkait, lalu bagaimana dengan WNI biasa?

Pada Senin (15/8) sore pukul 17.34 WIB, Ditjen Imigrasi melalui akun Twitternya mengumumkan adanya 'Pelayanan Endorsement Tanda Tangan Pemegang Paspor'.

"Masyarakat pemegang paspor elektronik atau nonelektronik yang ingin menerakan tanda tangan pada halaman endorsement Paspor dapat segera mengajukan permohonan di Kantor Imigrasi maupun Perwakilan RI terdekat tanpa dikenakan biaya apapun," kata Direktur Lalu Lintas Keimigrasian Amran Aris seperti yang ditulis dalam cuitan akun resmi Ditjen Imigrasi.

Namun, hingga berita ini ditulis belum diketahui apakah kebijakan pemberian tanda tangan pada halaman endorsement akan diterima oleh pihak Kedutaan Besar Jerman. Mengingat pada laman resmi Kedutaan Jerman disebutkan bahwa penambahan tanda tangan pada halaman tersebut tidak dapat menggantikan keberadaan kolom tanda tangan yang sebenarnya.

"Tambahan tanda tangan di kolom 'Endorsements' tidak dapat diakui sebagai pengganti dari kolom tanda tangan di paspor Indonesia yang mengakibatkan paspor Anda tidak dapat diproses," begitu yang tertulis dalam laman resmi Kedutaan Besar Jerman untuk Jakarta.



Simak Video "Tanggapan Pihak Imigrasi Jaksel soal Antre Layanan Paspor dari Subuh "
[Gambas:Video 20detik]
(ysn/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA