Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 01 Okt 2022 17:46 WIB

TRAVEL NEWS

Kuta Bali yang Kini Sepi

Tim detikcom
detikTravel
Suasana sepi di Kuta
Kawasan Kuta yang sepi. Foto: Putu Intan/detikcom
Jakarta -

Pariwisata Bali perlahan mulai bangkit namun Kuta yang biasanya ramai masih tampak sepi. Kini turis justru bergeser ke Canggu.

detikTravel sempat mengunjungi Kuta pekan lalu, tepatnya pada Kamis (22/9/2022). Datang lagi ke Kuta pasca pandemi COVID-19 jelas berbeda dengan sebelum pandemi. Jalanan tampak lengang. Beberapa toko, bar, hingga hiburan malam juga memilih tutup.

Kendati begitu, turis-turis mancanegara sudah terlihat lagi di sana. Hal ini sejalan dengan kebijakan Indonesia menerima kedatangan turis Australia, Eropa, dan Rusia.

Bersama pemandu lokal bernama Sugi, detikTravel menyusuri Jalan Legian yang dulu menjadi pusat hiburannya turis. Kata Sugi, meskipun kami sempat menemukan sejumlah turis yang lalu lalang di sana, suasananya masih terhitung sepi. Ini didukung pula dengan toko-toko yang buka namun tak disinggahi pembeli.

Sugi bercerita, saat ini lebih banyak turis mancanegara yang tertarik liburan di Canggu. detikTravel juga sempat singgah di Canggu dan suasananya memang lebih ramai daripada Kuta saat itu.

"Saya kalau mengantar tamu, banyak yang request mau ke Canggu. Jarang sekali yang minta ke Kuta. Terutama untuk turis-turis muda, mereka suka di Canggu," katanya.

Sugi juga menjelaskan, sepinya Kuta bukan cuma karena efek pandemi COVID-19. Ia sering juga menerima keluhan turis yang diperlakukan tidak menyenangkan di Kuta.

"Ada rasa tidak aman di Kuta. Sering terjadi pencurian. Makanya sekarang saat sepi begini, pelaku wisata berniat untuk berbenah," ujarnya.

Menyoal ketidaknyamanan turis di Kuta, masih lekat dalam ingatan mengenai kasus pelecehan yang sempat viral di media sosial pada April lalu. Seorang turis perempuan mengaku kapok datang ke Kuta karena diganggu gelandangan dan pengemis.

Kepala Dinas Pariwisata Badung, I Nyoman Rudiarta, mengakui peristiwa itu bukan kali pertama terjadi. Rupanya, banyak keluhan pengunjung pantai terkait hal serupa.

Biang keroknya diduga para gelandangan dan pengemis (gepeng) anak anak yang berkedok menjadi penjual tisu. Belakangan, keberadaan gepeng yang berkedok sebagai penjual tisu memang makin marak di berbagai wilayah di wilayah Kuta dan sekitarnya.

Selain tisu, mereka juga biasanya menjual ikat rambut. Bila pembeli menolak membeli dagangannya, mereka biasanya memaksa meminta uang.

"Dari hasil penelusuran kami, memang ada beberapa anak-anak kecil yang notabene atau kita sebut gepeng (gelandangan dan pengemis). Ada pemaksaan-pemaksaan agar dibeli. Dagangannya berupa tisu dan ikat rambut," kata I Nyoman dikutip dari detikBali.

Menurut pantauannya para gepeng ini sebelumnya lebih sering berkeliaran di traffic light. Namun belakangan, banyak di antara mereka yang berkeliaran di kawasan Pantai Kuta.

Berikut 10 berita terpopuler detikTravel, Jumat (30/9/2022):



Simak Video "Pantai Kuta, Menikmati Indahnya Seberkas Cahaya Senja, Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA