Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 16 Mar 2022 09:45 WIB

TRAVEL NEWS

Saat Presiden Camping di IKN-Warganet Korsel Mau Pindah Negara

Tim detikcom
detikTravel
Jokowi ke IKN untuk melakukan prosesi penyatuan tanah dan air bersama Gubernur se-Indonesia hari ini.
Foto: Presiden Jokowi (ANTARA FOTO/Setpres-Agus Suparto)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo melakukan kemping di sebuah tenda di IKN Nusantara. Dalam sebuah foto, ia tampak duduk di depan tenda kenegaraan.

Dalam unggahan terbaru Jokowi, Senin (14/3/2022), tak nampak Ibu Negara Iriana Jokowi di sampingnya meski ada satu kursi luar ruangan yang kosong. Tenda kenegaraan yang akan dipakai Jokowi menginap terbilang besar hingga tak perlu menunduk untuk memasukinya.

Tampak luar, sepertinya, ada beberapa ruang di dalam tenda kenegaraan. Di bilik bagian pertama, sepertinya ada ruang untuk makan dengan karena terdapat meja yang sudah dipenuhi makanan.

Tenda kenegaraan yang dipakai Jokowi menginap di IKN Nusantara juga tak seperti tenda di pasaran. Tulangan tenda terbilang besar dari biasanya.

Lalu, jika traveler lihat lebih teliti, di bawah kaki Jokowi terdapat taburan sesuatu berwarna putih begitu banyak. Kemungkinan besar itu adalah garam, karena Paspampres memang sebelumnya mengatakan akan menaburkan garam di sekitar tenda. Apa gunanya?

Guna taburan garam di sekitar tenda Jokowi

Dalam catatan detikcom, banyak masyarakat percaya, garam dapur yang ditabur di sekeliling rumah bisa mencegah ular masuk. Benarkah cara ini benar-benar bisa mengusir binatang melata tersebut?

Koordinator Sioux Snake Rescue (SSR) Erwandi Supriadi mengatakan, garam tak terlalu efektif untuk mengusir ular. Pria yang sudah bergelut dengan penyelamatan ular selama bertahun-tahun ini menyebut, keset dari ijuk malah lebih baik.

"Jangan dikasih garam. Ular tidak takut garam. Justru kadang dia mendekati garam. Yang takut garam itu hewan berlendir, sedangkan ular itu bersisik bukannya berlendir," kata pria yang kerap disapa Elang ini saat berbincang dengan detikcom, Selasa (2/9/2014).

Menurut Elang, mitos soal garam awal mulanya muncul karena berkaitan dengan mistis. Ada yang menaburkan garam lalu dibumbui dengan doa.

"Orang jaman dulu sebelum nyebar garam itu dia berdoa terlebih dahulu. Garam hanya mediator doa saja. Kalau orang sekarang kan tabur garam sambil BBM-an, update status, atau sambil ngetweet," terangnya.

Langkah yang harus dilakukan untuk mencegah ular masuk adalah dengan memasang keset ijuk dan membersihkan pohon-pohon yang menjalar ke rumah.

"Misalnya di depan pintu dikasih keset dari ijuk, karena itu tajam dan ular tidak suka," terangnya.

Bila terlanjur bertemu ular, Elang menyarankan agar tidak panik. Justru harus terus melihat ular dengan jarak aman agar tetap terpantau pergerakannya.

"Dilihat larinya ke mana. Kalau ada ember atau bak, nanti ular itu kalau bisa ditutup terus diganjal supaya tidak keluar," tegasnya sambil menyarankan setelah itu meminta bantuan.

"Kalau misalkan di kamar, usahakan akses keluarnya ditutup, dan kamar itu dikunci. Bila menginginkan ular itu keluar, disemprot pakai pengharum ruangan, usahakan ada celah agar dia keluar. Dengan wangi menyengat ular itu nggak suka," paparnya.

Berita lainnya datang dari Korea Selatan. Saat presiden baru terpilih, Yoon Sukyeol, ada respon negatif dari masyarakat. Warganet Korsel malah ingin pindah negara ke Kanada.

Berikut Berita Terpopuler Detik Travel, Selasa (15/3/2022) Lengkapnya:



Simak Video "Jokowi Minta Ibu Kota Baru Ditetapkan Jadi Proyek Strategis Nasional"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA