Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 30 Jul 2022 10:13 WIB

TRAVEL NEWS

Terpopuler: Malam 1 Suro dan Mitos di Masyarakat

Tim detikcom
detikTravel
Pawai obor di Purwakarta
Pawai obor di malam 1 Suro (Dian Firmansyah/detikJabar)
Jakarta -

Malam 1 Suro atau Tahun Baru Islam jatuh pada 29 Juli 2022. Disebut-sebut sakral dan mistis, inilah makna dan mitos yang dipercaya oleh masyarakat.

Dalam kalender Jawa-Islam Suro diartikan sebagai bulan yang pertama. Penyebutan kata 'suro' bagi orang Jawa ialah bulan Muharam dalam kalender Hijriah. Kata tersebut berasal dari kata 'Asyura' dalam bahasa Arab dan dicetuskan oleh pemimpin Kerajaan Mataram Islam, Sultan Agung.

Namun, Sultan Agung memadupadankan penanggalan Hijriah dengan tarikh Saka, tujuannya dapat merayakan keagamaan diadakan bersamaan dengan seluruh umat Islam dan menyatukan masyarakat Jawa yang terpecah saat itu antara kaum Abangan (Kejawen) dan Putihan (Islam).

Dirangkum dari berbagai sumber, malam 1 Suro identik dengan suasana mistis dan sakral. Di beberapa daerah Jawa, ada ritual khusus yang dilakukan. Sebut saja kebo bule di Keraton Solo.

Bagi orang Jawa di beberapa daerah, bulan suro dianggap menyeramkan dan penuh bencana. Imej malam satu suro selalu seram karena dipercayai sebagai bulannya makhluk gaib.

Tak sedikit yang masih mempercayai dan tidak melakukan hal-hal yang dianggap mitos. Berikut beberapa mitos yang masih dipercaya untuk tidak dilakukan saat malam 1 Suro:

1. Tapa bisu atau tak boleh berbicara

Beberapa orang Jawa memilih ritual pada malam 1 Suro, salah satunya adalah tapa bisu atau tidak boleh berbicara sama sekali. Ritual ini biasanya dilakukan saat mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta.

Selain tak boleh bicara, orang tersebut juga tidak boleh makan, minum serta merokok saat melakukan ritual tapa bisu.

2. Tak boleh keluar rumah

Masyarakat jawa percaya bahwa setiap malam 1 Suro lebih baik berdiam diri di rumah. Mitos yang dipercaya apabila melanggar aturan ini maka orang tersebut akan mendapatkan kesialan dan hal buruk.

3. Pindah rumah

Berdasarkan primbon Jawa orang tidak disarankan untuk pindah rumah pada saat malam 1 Suro. Orang jawa percaya ada hari baik dan hari buruk.

4. Tidak menggelar pernikahan

Orang tua Jawa percaya bahwa menikahkan anaknya di bulan Suro akan mendatangkan kesialan. Namun beberapa orang mengatakan bahwa hal ini adalah mitos belaka.

Alasannya, jika masyarakat mengadakan pesta pernikahan pada malam 1 Suro dianggap menyaingi ritual keraton yang akan dirasa sepi. Hal ini juga berlaku pada pesta-pesta lainnya seperti pesta sunatan atau pesta syukuran lainnya dan hal ini mash dipercaya oleh orang Jawa.

Artikel soal malam 1 Suro dan mitos yang berkembang di masyarakat itu menjadi yang terpopuler di detikTravel kemarin. Di urutan kedua dan ketiga secara beruntun diisi oleh rencana Bali membangun bandara baru tidak direstui Presiden Jokowi dan warga lokal mengutuk keras harga tiket masuk Taman Nasional Komodo sebesar Rp 3,75 juta.

Berikut 10 besar artikel terpopuler detikTravel, Jumat (29/7/2022):



Simak Video "Suasana Malam 1 Suro Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA